Search

28 Juni 2026

PDI Perjuangan Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kampung Jawa Lama

Redaksi

PDI Perjuangan Lhokseumawe Salurkan Bantuan untuk Korban Kebakaran Kampung Jawa Lama

NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Lhokseumawe menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di kawasan Pardede, Kampung Jawa, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Minggu (10/5/2026).

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Lhokseumawe, Fakhrizal, didampingi pengurus kepada warga terdampak yang saat ini masih bertahan di tenda pengungsian pascakebakaran.

Fakhrizal mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian partainya terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Dengan adanya bantuan ini semoga dapat sedikit membantu kebutuhan para korban kebakaran yang saat ini masih berada di pengungsian,” ujar Fakhrizal.

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan berupa bahan pangan dan kebutuhan pokok, seperti beras, minyak goreng, sarden, pakaian dalam pria dan wanita, selimut, perlengkapan mandi seperti sabun, hingga nasi kotak siap saji, tidak luput juga seragam sekolah ikut disalurkan.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban para korban sambil menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pemerintah dan pihak terkait.

Warga korban kebakaran menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada mereka di tengah kondisi sulit pascakejadian.

Sepeti diketahui Kebakaran hebat melanda kawasan Komplek Pardede, Dusun Mutalibuddin, Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, pada Selasa (5/5/2026) siang. Musibah tersebut menyebabkan puluhan rumah warga hangus terbakar dan ratusan warga terpaksa mengungsi.

Pemerintah Kota Lhokseumawe mencatat sedikitnya 85 kepala keluarga atau sekitar 275 jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Para korban saat ini menempati tenda darurat dan posko pengungsian.

Selain menghanguskan rumah warga, kebakaran juga menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai miliaran rupiah. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik, namun penyebab pasti masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

Pasca kebakaran, bantuan dari berbagai pihak mulai berdatangan, mulai dari pemerintah daerah, organisasi sosial, hingga partai politik untuk membantu kebutuhan para korban.