NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Sebanyak 28 pengungsi etnis Rohingya yang selama ini menempati eks Gedung Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe di kawasan Punteuet, Kota Lhokseumawe, direlokasi ke shelter baru di Dayah Yayasan Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif, Desa Mesjid Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kamis (25/6/2026).
Relokasi dilakukan sebagai bagian dari penataan kembali aset pemerintah, mengingat gedung eks Kantor Imigrasi tersebut akan kembali difungsikan untuk pelayanan keimigrasian dan pembangunan kantor imigrasi.
Pelaksana Tugas (Plt) Asisten I Setdako Lhokseumawe, Mirdha Ihsan, mengatakan pemindahan pengungsi telah dipersiapkan secara matang melalui koordinasi antara pemerintah dan sejumlah lembaga kemanusiaan.
“Hari ini kita merelokasi pengungsi Rohingya yang berada di eks Kantor Imigrasi Lhokseumawe ke shelter baru. Gedung yang selama ini mereka tempati akan digunakan kembali untuk kebutuhan pelayanan dan pembangunan kantor imigrasi,” kata Mirdha.
Ia menjelaskan, sebanyak 28 pengungsi yang dipindahkan terdiri atas 15 laki-laki dan 13 perempuan. Sebelum proses relokasi dilaksanakan, pemerintah telah menyosialisasikan rencana tersebut kepada para pengungsi agar mereka memiliki waktu mempersiapkan kebutuhan dan barang-barang pribadi.
“Alhamdulillah, sebelumnya kita sudah menyampaikan rencana pemindahan ini sehingga mereka memiliki waktu untuk mempersiapkan kebutuhan dan barang-barang mereka. Hari ini seluruh proses berjalan dengan baik,” ujarnya.
Proses pemindahan dilakukan oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, bersama Plt. Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh dan Kesejahteraan Rakyat, Mirdha Ihsan. Kegiatan tersebut turut melibatkan unsur TNI, Polri, International Organization for Migration (IOM), serta United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR).
Para pengungsi diberangkatkan menggunakan dua unit bus yang disediakan Pemerintah Kota Lhokseumawe dengan pengawalan aparat keamanan guna memastikan proses relokasi berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Shelter baru yang disiapkan memiliki 15 unit hunian dan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti sarana mandi, cuci, kakus (MCK), akses air bersih, serta tempat ibadah. Selain menyediakan tempat tinggal yang lebih layak, pemerintah bersama lembaga mitra juga menyiapkan sejumlah program pemberdayaan, terutama di bidang pendidikan.
Anak-anak pengungsi nantinya akan mendapatkan dukungan pendidikan melalui Dayah Yayasan Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif dengan pendampingan Yayasan Kemanusiaan Madani Indonesia (YKMI).
Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan serah terima pengungsi dari Pemerintah Kota Lhokseumawe kepada pihak Dayah Yayasan Zurriyatul Qur’ani Al Ma’arif. Serah terima dilakukan langsung oleh Mirdha Ihsan kepada pimpinan dayah, Tgk. Sulaiman Daud.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, Azhan Miraza, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemindahan tersebut.
“Pemindahan ini merupakan wujud sinergi dan koordinasi yang baik antara seluruh pihak terkait dalam penanganan pengungsi di Kota Lhokseumawe. Kami mengapresiasi dukungan dan kerja sama yang telah diberikan sehingga proses pemindahan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, serta tetap memperhatikan aspek kemanusiaan dan ketertiban,” ujarnya.
Penanganan pengungsi Rohingya di Lhokseumawe selama ini melibatkan berbagai organisasi kemanusiaan, di antaranya IOM, UNHCR, YKMI, Jesuit Refugee Service (JRS), dan Medical Emergency Rescue Committee (MER-C). Pemerintah berharap koordinasi yang terus terjalin dapat memastikan para pengungsi memperoleh tempat tinggal yang layak, akses layanan dasar yang memadai, serta kesempatan mengikuti program pembinaan dan pemberdayaan selama berada di Kota Lhokseumawe.







