NEWSRBACEH I BIREUEUN – Revitalisasi gedung sekolah ternyata belum otomatis menyelesaikan seluruh persoalan pendidikan. Hal itu terungkap saat Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau hasil revitalisasi SD Negeri 7 Jangka, Kabupaten Bireuen, Aceh, Kamis (6/8/2026).
Dalam kunjungannya, Gibran tidak hanya melihat kondisi fisik bangunan yang telah direvitalisasi pascabencana Sumatera. Ia juga masuk ke sejumlah ruang kelas dan melihat langsung proses belajar mengajar.
Di salah satu kelas, perhatian Gibran tertuju pada ketersediaan buku pelajaran bagi para siswa.
Gibran kemudian bertanya kepada seorang guru mengenai buku yang digunakan murid dalam mengikuti pembelajaran.
“Ini bukunya mana?” tanya Gibran.
Guru tersebut menjawab bahwa satu buku digunakan oleh tiga orang siswa.
“Ini satu buku untuk tiga anak, Pak,” jawab guru tersebut.
Jawaban itu langsung mendapat perhatian Gibran. Ia kemudian meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bireuen, Muslim, untuk segera memastikan persoalan tersebut ditangani.
“Enggak boleh ini. Koordinasi dengan pemerintah pusat ya. Barangnya ada kok,” ujar Gibran.
Gedung Direvitalisasi, Buku Masih Terbatas
Temuan tersebut menjadi catatan tersendiri di tengah upaya pemerintah melakukan revitalisasi sekolah yang terdampak bencana.
Perbaikan fasilitas pendidikan memang penting untuk menciptakan ruang belajar yang aman dan layak. Namun, kondisi tersebut juga menunjukkan bahwa kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kondisi bangunan sekolah.
Ketersediaan buku pelajaran menjadi bagian penting dari proses belajar. Ketika satu buku harus digunakan secara bersama oleh tiga siswa, akses setiap peserta didik terhadap bahan pembelajaran tentu menjadi persoalan yang perlu segera ditangani.
Gibran pun menegaskan bahwa setiap siswa semestinya memiliki buku pelajaran.
Pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Gibran Sapa Warga
Usai meninjau sejumlah ruangan, Gibran melanjutkan kunjungannya dengan menyapa warga yang telah menunggu di sekitar sekolah.
Sejumlah anak muda bahkan mengajak Wakil Presiden berswafoto. Gibran terlihat melayani permintaan tersebut sebelum melanjutkan agenda kunjungannya.
Kunjungan ini sekaligus membuka perhatian publik bahwa pemulihan sektor pendidikan pascabencana tidak cukup hanya dengan membangun atau memperbaiki gedung sekolah.
Fasilitas penunjang pembelajaran, termasuk buku pelajaran, juga harus dipastikan tersedia dan dapat digunakan secara memadai oleh setiap siswa.
Temuan satu buku untuk tiga siswa di SDN 7 Jangka menjadi pengingat bahwa di balik bangunan sekolah yang telah diperbaiki, masih ada kebutuhan dasar pendidikan yang harus segera dibenahi.







