NEWSRBACEH I BANDA ACEH – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dalam ajang Nusantara Creative Competition 3 (NCC 3), sebuah kompetisi esai tingkat nasional yang diselenggarakan pada tanggal 11–12 April 2026 di Bandung.
Kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi dengan Politeknik TEDC Bandung dan diikuti oleh 37 instansi dari 17 provinsi di Indonesia, menjadikannya salah satu ajang kompetisi ilmiah mahasiswa yang kompetitif dan bergengsi.
Dalam kompetisi esai nasional tersebut, dua tim delegasi FK USK berhasil meraih Bronze Medal melalui pengembangan produk inovatif yang berfokus pada solusi kesehatan preventif dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Prestasi ini mencerminkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan ilmu kedokteran dengan inovasi berbasis kebutuhan nyata di masyarakat.
Tim pertama yang terdiri dari Muhammad Rasyid Ridha dan Lucky Nadia mengembangkan sebuah produk inovatif bertajuk “DIABETEA Strip: Inovasi Oral Dissolving Film Berbasis Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava) sebagai Strategi Preventif Pengendalian Lonjakan Glukosa Postprandial pada Populasi Pradiabetes.”
Produk DIABETEA Strip merupakan sediaan oral dissolving film (ODF) berbentuk strip tipis, ringan, dan mudah larut di dalam rongga mulut tanpa memerlukan air. Inovasi ini memanfaatkan ekstrak daun jambu biji (Psidium guajava) yang mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan quercetin yang berperan dalam efek antihiperglikemik. Secara mekanistik, produk ini bekerja dengan menghambat enzim α-glukosidase serta memperlambat absorpsi glukosa di usus, sehingga mampu menekan lonjakan kadar glukosa darah setelah makan (postprandial glucose spike).
Pengembangan DIABETEA Strip dilatarbelakangi oleh tingginya angka pradiabetes yang seringkali tidak terdiagnosis serta rendahnya kepatuhan terhadap intervensi farmakologis konvensional. Dengan bentuk sediaan yang praktis dan mudah digunakan, inovasi ini diharapkan dapat menjadi strategi preventif yang efektif, terutama dalam populasi berisiko tinggi.
Sementara itu, tim kedua yang terdiri dari Giska Putri dan Fitrina Syawalani Idwar menghadirkan inovasi di bidang kesehatan ibu dan anak melalui karya berjudul “KOOLin Mama: Inovasi Pad Antiinflamasi Berbasis Ekstrak Daun Kol (Brassica oleracea) dengan Campuran Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) dan Colloidal Oatmeal (Avena sativa) pada Ibu Menyusui dengan Peradangan pada Payudara.”
Produk KOOLin Mama merupakan pad/topikal kompres inovatif yang dirancang untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan pada payudara ibu menyusui, seperti pada kondisi mastitis atau pembengkakan payudara.
Inovasi ini mengombinasikan ekstrak daun kol (Brassica oleracea) yang memiliki efek antiinflamasi alami, ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) yang berperan dalam regenerasi jaringan, serta colloidal oatmeal (Avena sativa) yang memiliki sifat menenangkan dan antiiritasi.
Melalui kombinasi tersebut, KOOLin Mama bekerja secara lokal untuk mengurangi inflamasi, meredakan nyeri, serta meningkatkan kenyamanan ibu selama masa menyusui tanpa efek samping sistemik. Produk ini dirancang agar praktis, higienis, dan aman, sehingga dapat menjadi solusi aplikatif dalam mendukung kesehatan ibu menyusui.
Kedua inovasi ini dikembangkan dengan pendekatan berbasis evidence-based medicine serta pemanfaatan bahan alam lokal, sehingga memiliki nilai ilmiah sekaligus potensi implementasi yang tinggi di masyarakat. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa mahasiswa FK USK tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang relevan, solutif, dan berkelanjutan.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan.







