Search

4 Juni 2026

Menemukan Kedamaian di Masjid Raya Baiturrahman, Ikon Religi dan Wisata Banda Aceh

Redaksi

Zahratul Assyifa Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala

Masjid Raya Baiturrahman masih menjadi salah satu destinasi yang ramai dikunjungi masyarakat maupun wisatawan saat berada di Kota Banda Aceh. Letaknya yang berada di pusat kota membuat masjid bersejarah ini mudah dijangkau dan selalu menarik perhatian pengunjung.

Kemegahan bangunan masjid langsung terlihat dari kejauhan melalui kubah-kubah hitamnya yang khas. Saat memasuki area masjid, pengunjung disambut pelataran luas dengan lantai berwarna putih serta payung-payung raksasa yang berdiri menjulang. Suasana di sekitar masjid terasa tenang dan sejuk meski berada di tengah hiruk pikuk kota.

Tidak hanya menjadi tempat ibadah, masjid ini juga sering dimanfaatkan masyarakat untuk beristirahat sejenak sambil menikmati suasana damai. Di dalam masjid, sejumlah jamaah terlihat membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga duduk tenang menikmati kesejukan ruangan.

Menjelang waktu Zuhur, jamaah mulai memenuhi area utama masjid untuk melaksanakan salat berjamaah. Suasana ibadah berlangsung khusyuk dan tertib. Tidak sedikit pengunjung dari luar daerah yang sengaja datang untuk merasakan langsung ketenangan di salah satu ikon religi Aceh tersebut.

Selain memiliki arsitektur yang megah, Masjid Raya Baiturrahman juga menyimpan sejarah penting bagi masyarakat Aceh. Masjid ini dikenal sebagai salah satu bangunan yang tetap berdiri kokoh saat bencana tsunami melanda Aceh pada tahun 2004. Karena itu, keberadaannya menjadi simbol kekuatan, harapan, dan keteguhan masyarakat Aceh.

Memasuki sore hari, kawasan masjid terlihat semakin ramai. Sebagian pengunjung mengabadikan momen bersama keluarga di pelataran masjid, sementara yang lain memilih duduk santai menikmati angin sore. Cahaya matahari yang mulai redup membuat suasana sekitar terasa hangat dan nyaman.

Keindahan arsitektur masjid juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Detail ukiran, lengkungan pintu, hingga deretan kubah terlihat begitu indah dari berbagai sudut. Perpaduan desain yang megah dengan suasana yang menenangkan membuat masjid ini selalu meninggalkan kesan bagi siapa saja yang datang berkunjung.

Saat malam tiba, lampu-lampu masjid mulai menyala dan memantulkan cahaya di lantai putih yang luas. Suasana berubah menjadi lebih syahdu dan damai. Banyak pengunjung memilih bertahan lebih lama untuk menikmati ketenangan yang sulit ditemukan di tempat lain.

Masjid Raya Baiturrahman kini tidak hanya dikenal sebagai ikon wisata religi di Aceh, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk beribadah, beristirahat, dan menemukan ketenangan di tengah aktivitas sehari-hari.

Penulis : Zahratul Assyifa Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala