NEWSRBACEH I PULO LAWANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 236 Universitas Syiah Kuala (USK) yang bertugas di Desa Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa, berkolaborasi dengan kader Posyandu dalam menyukseskan rangkaian kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat, Kamis (16/7/2026).
Kegiatan ini menjadi bentuk sinergi antara mahasiswa dan kader kesehatan desa dalam mendukung peningkatan derajat kesehatan masyarakat melalui pelayanan serta edukasi kesehatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan Posyandu Balita dan Lansia. Bersama para kader Posyandu, mahasiswa KKN Kelompok 236 turut berperan aktif membantu jalannya pelayanan, mulai dari registrasi peserta, penimbangan dan pengukuran balita, pendampingan pemeriksaan kesehatan lansia, hingga memastikan seluruh kegiatan berlangsung tertib dan lancar.
Selain itu, mahasiswa juga membantu proses distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada peserta Posyandu sebagai upaya mendukung pemenuhan gizi masyarakat.
Pada siang harinya, KKN Kelompok 236 Universitas Syiah Kuala turut menginisiasi kembali pelaksanaan Posyandu Remaja yang telah lama tidak aktif di Desa Pulo Lawang.
Kehadiran mahasiswa KKN menjadi momentum untuk menghidupkan kembali program tersebut melalui koordinasi bersama kader Posyandu dan pihak terkait, sehingga kegiatan Posyandu Remaja dapat kembali terlaksana.
Sebagai rangkaian kegiatan perdana setelah vakum, mahasiswa KKN menyelenggarakan sosialisasi mengenai pencegahan anemia bagi remaja. Edukasi disampaikan secara interaktif dengan membahas pengertian anemia, penyebab, gejala, dampak, serta langkah-langkah pencegahannya melalui pola makan bergizi seimbang, konsumsi makanan kaya zat besi, dan pentingnya mengonsumsi tablet tambah darah bagi remaja putri.
Kembalinya Posyandu Remaja ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan sesaat selama masa KKN, tetapi juga menjadi awal dari keberlanjutan program pelayanan kesehatan remaja di Desa Pulo Lawang.
Melalui kolaborasi yang telah dibangun, mahasiswa KKN Kelompok 236 berharap kader Posyandu dan pemerintah desa dapat terus melaksanakan kegiatan ini secara rutin sebagai wadah pemantauan kesehatan, edukasi, serta pembinaan remaja.
Melalui berbagai kegiatan yang dilaksanakan, KKN Kelompok 236 Universitas Syiah Kuala berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Revitalisasi Posyandu Remaja menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN dalam mendukung terwujudnya generasi muda Desa Pulo Lawang yang lebih sehat, produktif, dan peduli terhadap kesehatan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 236 Universitas Syiah Kuala, Nur Pramayudi, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi yang terjalin antara mahasiswa, kader Posyandu, dan Pemerintah Desa Pulo Lawang.
Menurutnya, program yang dijalankan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan selama masa KKN, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi semangat mahasiswa KKN Kelompok 236 yang mampu berkolaborasi dengan kader Posyandu dan pemerintah desa dalam menghadirkan program yang bermanfaat bagi masyarakat. Revitalisasi Posyandu Remaja merupakan langkah yang sangat baik karena menyentuh aspek kesehatan generasi muda. Saya berharap program ini tidak berhenti setelah masa KKN berakhir, melainkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan oleh pemerintah desa bersama kader kesehatan,” ujar Nur Pramayudi, S.P., M.Si.
Sementara itu, Keuchik Desa Pulo Lawang, Mursalin, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN yang telah berkontribusi aktif dalam berbagai kegiatan kesehatan di desa.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa membawa semangat baru bagi kader Posyandu dan masyarakat, khususnya dengan kembali aktifnya Posyandu Remaja yang sebelumnya sempat vakum.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa KKN Universitas Syiah Kuala yang telah memberikan perhatian terhadap sektor kesehatan di Desa Pulo Lawang. Kehadiran mereka sangat membantu kader Posyandu, sekaligus menghidupkan kembali Posyandu Remaja yang sudah lama tidak berjalan. Pemerintah desa tentu akan berupaya mendukung agar kegiatan ini dapat terus berlanjut dan menjadi program rutin demi meningkatkan kesehatan remaja di desa kami,” tutur Mursalin.







