NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Rumah Sakit Umum (RSU) Bunda Kota Lhokseumawe yang dikelola oleh PT Alexandra Indonesia Sehat kembali menjadi sorotan setelah respons bendahara rumah sakit terhadap pertanyaan media dinilai tidak menjawab substansi persoalan yang ditanyakan terkait pelayanan obat dan pasien JKA.
Kamis, 21 Mei 2026, media Newsrbaceh mencoba meminta klarifikasi kepada pihak rumah sakit mengenai sejumlah isu yang berkembang di masyarakat. Pertanyaan yang diajukan mencakup kondisi ketersediaan obat bagi pasien pengguna layanan JKA dan BPJS, dugaan tunggakan pembayaran pengadaan obat, dampaknya terhadap pelayanan pasien, hingga langkah rumah sakit menjaga layanan tetap berjalan optimal.
Namun, respons yang diberikan bendahara rumah sakit bernama Pipit justru memunculkan tanda tanya baru. Alih-alih memberikan penjelasan atas pertanyaan yang diajukan, ia hanya membalas:
“Walaikumsalam. Izin pak mohon maaf ini info yg di dapat dari mana ya pak terkait permasalahan obat-obatan dan hutang rumah sakit?”
Tak lama kemudian, Pipit juga mengirimkan foto ID card salah satu wartawan dari media yang diketahui bekerja sama dengan rumah sakit tersebut.

Tindakan tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan jurnalis dan publik. Pasalnya, pengiriman identitas wartawan lain dinilai tidak berkaitan dengan substansi pertanyaan mengenai pelayanan kesehatan masyarakat.
Sikap itu juga dianggap berpotensi mengaburkan fokus utama persoalan, yakni hak publik untuk memperoleh informasi terkait pelayanan rumah sakit, terutama menyangkut pasien JKA dan BPJS yang bergantung pada ketersediaan obat serta layanan kesehatan yang memadai.
Namun setelah diberikan penjelasan lebih lanjut, pada pukul 22.56 WIB Pipit akhirnya kembali memberikan respons melalui pesan WhatsApp.
“Izin pak sy harus berkoordinasi dg direktur dl ya pak, Secepatnya sy kirimkan jawabannya.”
Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal bahwa pihak rumah sakit akan memberikan klarifikasi resmi terkait persoalan yang dipertanyakan publik.
Hingga berita ini diturunkan, jawaban resmi dari pihak RS Bunda terkait kondisi stok obat dan dugaan tunggakan pembayaran masih ditunggu.







