NEWSRBACEH I BANDA ACEH — Nama Dr. Azwardi Abdullah, AP., M.Si., disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menduduki jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Aceh.
Azwardi bukan nama baru dalam jajaran birokrasi Pemerintah Aceh. Ia memiliki pengalaman di sejumlah posisi pemerintahan, termasuk pernah menjabat sebagai Pj. Sekda Aceh dan terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024.
Selain itu, Azwardi pernah dipercaya sebagai Asisten I Sekda Aceh serta Kepala Sekretariat Wali Nanggroe Aceh. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai Penjabat Bupati Aceh Utara dan Penjabat Bupati Aceh Barat.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat namanya diperbincangkan dalam bursa calon Sekda Aceh. Namun, hingga adanya keputusan resmi dari pemerintah, posisi Azwardi sebagai calon Sekda masih perlu dipandang sebagai bagian dari proses dan dinamika pengisian jabatan tersebut.
Azwardi Abdullah lahir di Gampong Dayah Ujong Baroh, Kecamatan Trienggadeng, yang kini masuk wilayah Kabupaten Pidie Jaya, pada 13 Oktober 1976.
Ia menyelesaikan pendidikan dasar di SD Negeri 1 Trienggadeng pada 1988, kemudian SMP Negeri 1 Trienggadeng pada 1991 dan SMA Negeri 3 Banda Aceh pada 1994. Pendidikan berikutnya ditempuh di STPDN hingga meraih gelar Diploma IV pada 1998. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan magister bidang Pembangunan Sosial di Universitas Indonesia pada 2002.
Kariernya sebagai aparatur sipil negara telah dimulai sejak 15 Desember 1994. Dalam perjalanan karier birokrasi, Azwardi pernah menduduki sejumlah jabatan di Pemerintah Kota Sabang.
Pada 1998, ia menjabat sebagai Kaur Umum Kecamatan Sukakarya, Kota Sabang. Setahun kemudian, ia dipercaya sebagai Kasi Pemerintahan Kecamatan Sukakarya. Pada 2002, ia menjabat sebagai Kasubbag Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Bagian Ekonomi Sekretariat Kota Sabang.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Camat Sukakarya pada 2005 dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Kota Sabang pada 2008.
Pada 2011, Azwardi diangkat sebagai Asisten I (Pemerintahan) Sekretaris Kota Sabang. Ia kemudian dipercaya memimpin Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Kekayaan Daerah (DPPKKD) Sabang pada 2013 dan Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Sabang pada 2017.
Pada 2019, ia tercatat menjabat sebagai Analis Pengawasan Intern Pemerintah pada Inspektorat Aceh.
Kariernya di pemerintahan provinsi semakin mendapat perhatian ketika Azwardi ditunjuk sebagai Penjabat Bupati Aceh Utara pada 2022. Jabatan tersebut kemudian beralih kepada Mahyuzar pada 2023.
Di luar pemerintahan, Azwardi juga memiliki pengalaman dalam organisasi kepemudaan dan olahraga. Ia pernah menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Sabang selama tiga periode hingga 2015 serta dipercaya sebagai Sekretaris Umum KONI Kota Sabang selama tiga periode.
Pada 2021, Azwardi juga terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Umum Pengprov Woodball Aceh untuk masa bakti 2021-2025.
Dengan pengalaman panjang di pemerintahan daerah, pengelolaan keuangan, pemerintahan dan organisasi, Azwardi dinilai memiliki rekam jejak yang relevan untuk mengisi posisi strategis di lingkungan Pemerintah Aceh.
Meski demikian, penetapan Sekda Aceh tetap menjadi kewenangan pemerintah melalui mekanisme dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, penyebutan Azwardi sebagai calon kuat belum dapat dimaknai sebagai keputusan final sebelum adanya penetapan resmi.







