Search

30 Agustus 2026

Pemerintah Aceh Terima Serambi Award 2026 atas Penanganan Bencana

Redaksi

Pemerintah Aceh Terima Serambi Award 2026 atas Penanganan Bencana

NEWSRBACEH I BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menerima
penghargaan pada ajang Serambi Award 2026 dalam Malam Apresiasi “Gebrakan Sang
Pemimpin” yang digelar Sabtu (29/8/2026) di Gedung AAC Dayan Dawood.

Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori “Kolaborator
Strategis dalam Penanganan Bencana di Aceh” dan diterima oleh Taufik, S.T.,
M.Si., selaku Plt. Sekda Aceh yang hadir mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf.

Selain Pemerintah Aceh, penghargaan juga diberikan kepada
Gubernur Aceh Muzakir Manaf dalam kategori “Pemimpin untuk Aceh Bangkit”.
Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, turut menerima
penghargaan dalam kategori “Srikandi Pemulihan Aceh”.

Sejumlah pejabat lain juga menerima penghargaan pada ajang
tersebut, di antaranya Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen
Bina Adwil), Ketua DPRA Zulfadhli, Kajati Aceh Teuku Rahmatsyah, serta sejumlah
bupati dan wali kota.

Sekda Aceh Taufik saat membacakan sambutan Gubernur
menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh memberikan apresiasi kepada Serambi
Indonesia atas penyelenggaraan Serambi Award 2026. Menurut Gubernur, momentum
tersebut menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai kerja dan pengabdian,
sekaligus memberikan penghargaan kepada mereka yang telah memberikan arti bagi
masyarakat.

Gubernur juga menekankan bahwa penanganan bencana di Aceh
membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Bencana hidrometeorologi yang terjadi
pada akhir tahun lalu telah meninggalkan kerusakan dan kehilangan bagi
masyarakat. Namun, dalam kondisi tersebut, masyarakat saling membantu,
pemerintah bekerja bersama, dunia usaha mengambil bagian, perguruan tinggi
turun tangan, relawan bergerak, dan pers terus menyampaikan kondisi masyarakat.

Menurut Gubernur, kepemimpinan dalam situasi sulit tidak
selalu diwujudkan melalui keputusan besar. Kepemimpinan juga hadir melalui
berbagai bentuk pengabdian, termasuk pimpinan yang turun menemui masyarakat,
tenaga kesehatan yang tetap melayani, guru yang kembali mengajar, relawan yang
bekerja, pengusaha yang mempertahankan lapangan pekerjaan, serta jurnalis yang
memastikan suara masyarakat tetap terdengar.

Karena itu, penghargaan yang diterima Pemerintah Aceh maupun
para penerima lainnya diharapkan tidak menjadi titik akhir, tetapi menjadi
amanah untuk terus melanjutkan ikhtiar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ukuran paling baik dari sebuah penghargaan bukanlah
seberapa lama nama kita disebut, tetapi seberapa lama manfaat dari apa yang
kita kerjakan dapat dirasakan oleh orang lain,” kata Taufik saat membacakan
pesan Gubernur Aceh.

Gubernur berharap semangat kebersamaan,
kolaborasi, ketulusan, dan kerja yang konsisten terus dijaga untuk membawa Aceh
menuju kondisi yang lebih baik, dengan ekonomi yang lebih kuat, pelayanan
publik yang semakin baik, serta masyarakat yang lebih sejahtera