Search

14 April 2026

Ekspor Perdana 19 Ton Kopi Gayo ke AS, PEMA Bidik Pasar Global

Redaksi

Ekspor Perdana 19 Ton Kopi Gayo ke AS, PEMA Bidik Pasar Global

NEWSRBACEH | BANDA ACEH — PT Pembangunan Aceh (PEMA) mengekspor perdana 19 ton kopi arabika Gayo ke Amerika Serikat pada awal April 2026. Pengiriman ini menjadi langkah awal perusahaan menembus pasar global sekaligus menguji daya saing komoditas unggulan Aceh di tingkat internasional.

Ekspor dilakukan melalui anak usaha PEMA, Sumatera Noble Coffee KSO, dengan jenis kopi arabika Triple Pick. Pasar Amerika dipilih karena permintaan yang stabil terhadap kopi specialty, termasuk kopi Gayo.

Direktur Utama PT PEMA, Mawardi Nur, mengatakan ekspor ini merupakan bagian dari strategi perusahaan memperluas jaringan perdagangan komoditas kopi ke pasar global. “Ini langkah awal untuk memperkuat posisi kopi Gayo di pasar internasional,” kata Mawardi dalam keterangan tertulis, Minggu (12/4/2026).

Ia menyebut keberhasilan ekspor perdana tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pemerintah Aceh dan pelaku usaha di sektor hulu. “Capaian ini bukan kerja PEMA semata, tetapi hasil kolaborasi dengan petani, koperasi, dan mitra,” ujarnya.

Menurut Mawardi, perusahaan saat ini tengah menyiapkan pengiriman lanjutan dengan tujuan yang sama. Ekspor berikutnya dijadwalkan berlangsung pada awal Mei 2026 untuk memenuhi permintaan pasar yang mulai terbentuk.

Ia menilai keberlanjutan ekspor menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas kopi Aceh. Selain itu, konsistensi pasokan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga hubungan dagang jangka panjang.

Dalam prosesnya, PEMA menggandeng mitra lokal dan petani sebagai bagian dari rantai pasok. Kolaborasi ini, kata Mawardi, menjadi fondasi utama dalam menjaga standar mutu dan volume produksi.

Perusahaan juga berupaya membangun ekosistem bisnis kopi yang inklusif agar nilai tambah dapat dirasakan secara merata oleh pelaku usaha di daerah. “Kami ingin pertumbuhan sektor kopi ini berdampak langsung bagi ekonomi masyarakat,” kata dia.

Langkah ekspor ini sejalan dengan arahan Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, yang mendorong pengembangan komoditas unggulan daerah agar mampu bersaing di pasar global. Kopi Gayo menjadi salah satu komoditas prioritas yang terus dipromosikan.

Di pasar domestik, PEMA juga mencatatkan penjualan sebesar 21 ton ke Medan. Capaian ini memperkuat kinerja perdagangan perusahaan di tengah upaya ekspansi ke pasar internasional.

Dengan kombinasi pasar ekspor dan domestik, PEMA optimistis sektor kopi dapat menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Aceh secara berkelanjutan.[]