NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Komitmen Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mendorong peningkatan kapasitas generasi muda di tingkat nasional kembali diwujudkan melalui keikutsertaan salah satu putra terbaik daerah pada ajang Youth City Changers (YCC) 2026.
Melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Lhokseumawe, Darwinus, yang akrab disapa Darwin, dipercaya sebagai delegasi resmi Kota Lhokseumawe untuk mengikuti forum kepemudaan nasional yang berlangsung pada 28–30 Juni 2026 di Kota Medan.
Youth City Changers (YCC) merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) yang mempertemukan 196 pemuda dari 98 kota di Indonesia. Mengusung tema “Orang Muda Tangguh untuk Indonesia”, forum ini menjadi ruang kolaborasi bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan merumuskan berbagai inisiatif dalam mendukung pembangunan kota yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Berbagai agenda, mulai dari sharing session, diskusi tematik, malam ekspresi, hingga aksi kolaboratif, akan menjadi wadah bagi para delegasi untuk saling belajar sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai tantangan perkotaan.
Kepercayaan yang diberikan kepada Darwin bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, ia dikenal aktif mengambil peran dalam berbagai kegiatan kepemudaan, pelestarian budaya, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif. Konsistensinya dalam membangun kolaborasi lintas komunitas dan menghadirkan berbagai inisiatif bagi masyarakat menjadi salah satu rekam jejak yang mengantarkannya dipercaya mewakili Kota Lhokseumawe di forum nasional tersebut.
Saat ini, Darwin mengemban amanah sebagai Project Manager Yayasan Jaring Inovasi Nanggroe (JINOE). Bersama yayasan tersebut, ia terlibat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat, inovasi sosial, serta pelestarian budaya lokal. Salah satu inisiatif yang terus dikembangkan adalah upaya menggaungkan Canang Ceureukeuh, alat musik tradisional khas Kota Lhokseumawe, melalui festival budaya, ruang edukasi, pertunjukan seni, hingga kampanye kreatif yang melibatkan generasi muda. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar untuk menjaga warisan budaya agar tetap hidup, dikenal, dan dicintai oleh generasi masa kini.
Selain aktif di bidang sosial dan kebudayaan, Darwin juga dikenal sebagai content creator dengan lebih dari 10 ribu pengikut di media sosial. Melalui konten “Jak Ta Jak, U Lhok Ta Pajoh Kuliner”, ia secara konsisten memperkenalkan kekayaan kuliner, destinasi wisata, pelaku UMKM, hingga berbagai potensi lokal Kota Lhokseumawe. Di bidang kewirausahaan, Darwin juga mengembangkan usaha Kebab Durian sebagai bentuk kontribusinya dalam mendukung tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis anak muda.
Rekam jejak Darwin turut diperkuat melalui prestasinya sebagai Agam Duta Wisata Kota Lhokseumawe 2022 dan Wakil IV Duta Wisata Aceh 2022. Berbekal pengalaman tersebut, ia terus aktif mempromosikan potensi daerah dalam berbagai kesempatan. Di samping itu, Darwin juga merupakan seorang Ners, lulusan Program Studi Ilmu Keperawatan STIKes Darussalam Lhokseumawe, yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial dan pengabdian kepada masyarakat.
Bagi Darwin, kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kota Lhokseumawe melalui Disporapar merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Menurutnya, Youth City Changers bukan sekadar forum pertemuan pemuda dari berbagai daerah, tetapi juga ruang untuk memperluas wawasan, membangun kolaborasi, serta membawa pulang gagasan yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Kota Lhokseumawe.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Lhokseumawe, khususnya Disporapar Kota Lhokseumawe, atas kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menjadi delegasi pada Youth City Changers 2026. Amanah ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus belajar, membangun jejaring dengan pemuda dari berbagai kota, serta menyerap berbagai praktik baik yang nantinya dapat diimplementasikan di Lhokseumawe. Semoga kesempatan ini menjadi langkah kecil untuk menghadirkan kontribusi yang lebih besar bagi daerah yang saya cintai,” ujar Darwin.
Ia menambahkan, keikutsertaannya dalam YCC juga akan dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Lhokseumawe kepada peserta dari berbagai daerah. Menurutnya, budaya merupakan identitas yang tidak hanya perlu dilestarikan, tetapi juga dikenalkan sebagai kekuatan yang mampu mempererat kolaborasi antardaerah.
“Selama ini saya bersama Yayasan Jaring Inovasi Nanggroe (JINOE) terus berupaya menggaungkan Canang Ceureukeuh sebagai salah satu warisan budaya khas Kota Lhokseumawe. Saya ingin memanfaatkan momentum Youth City Changers untuk memperkenalkan budaya tersebut kepada pemuda dari seluruh Indonesia. Saya percaya, ketika anak muda mengenal dan bangga terhadap budayanya, mereka akan memiliki semangat yang lebih besar untuk menjaga, mengembangkan, dan memperkenalkan daerahnya kepada dunia,” tutup Darwin.
Keikutsertaan Darwin dalam Youth City Changers APEKSI 2026 diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Kota Lhokseumawe, tetapi juga mampu menginspirasi semakin banyak generasi muda untuk terus meningkatkan kapasitas diri, berani mengambil peran, serta berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah. Melalui forum ini, Pemerintah Kota Lhokseumawe berharap lahir jejaring, kolaborasi, dan gagasan-gagasan baru yang dapat mendukung terwujudnya kota yang semakin maju, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.







