Search

20 Agustus 2026

Dari Spray Sereh hingga Investasi Bodong, Mahasiswa KKN USK Edukasi Warga Pulo Lawang

Redaksi

NEWSRBACEH I BIREUEN — Memanfaatkan tanaman yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Syiah Kuala (USK) Kelompok 236 menggelar pelatihan pembuatan spray berbahan dasar sereh sebagai pengusir nyamuk dan serangga di Gampong Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Kamis (30/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui transfer pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya memberikan penjelasan mengenai pemanfaatan sereh, mahasiswa juga mengajak masyarakat mengikuti proses pembuatan spray secara langsung.

Dalam pelatihan, peserta diperkenalkan dengan bahan dan alat yang digunakan, kemudian diberikan penjelasan mengenai tahapan pembuatan hingga proses pengemasan ke dalam botol spray. Dengan metode praktik langsung, masyarakat dapat melihat sekaligus mencoba sendiri setiap tahapan pembuatan sehingga diharapkan mampu mengulangi proses tersebut secara mandiri di rumah.

Pemanfaatan sereh dipilih karena tanaman tersebut relatif mudah ditemukan dan dapat diolah menjadi produk sederhana. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN ingin mendorong masyarakat untuk melihat potensi bahan yang ada di sekitar bukan hanya sebagai kebutuhan sehari-hari, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Setelah proses pembuatan selesai, mahasiswa KKN Kelompok 236 turut membagikan spray sereh secara gratis kepada masyarakat. Pembagian tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta untuk membawa pulang produk yang telah diperkenalkan dalam pelatihan. Kegiatan berlangsung semakin meriah dengan adanya doorprize bagi peserta. Selain menjadi bentuk apresiasi, pemberian doorprize turut meningkatkan antusiasme masyarakat dalam mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.

Ketua KKN Kelompok 236 mengatakan bahwa kegiatan tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya mendapatkan pengetahuan selama pelatihan, tetapi juga memiliki keterampilan yang dapat diterapkan setelah mahasiswa meninggalkan Gampong Pulo Lawang.

“Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada saat pelatihan selesai. Melalui pembuatan spray sereh ini, kami berharap masyarakat bisa melihat bahwa bahan yang sederhana dan mudah ditemukan di sekitar dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang berguna. Kami juga berharap masyarakat dapat membuatnya kembali secara mandiri setelah kegiatan KKN selesai.”

Selain pelatihan pembuatan spray sereh, mahasiswa KKN Kelompok 236 juga memberikan sosialisasi mengenai penipuan berkedok investasi. Berbeda dari sekadar imbauan untuk berhati-hati, sosialisasi tersebut turut memberikan pandangan dari perspektif hukum, sehingga masyarakat memperoleh pemahaman mengenai risiko dan konsekuensi hukum yang berkaitan dengan praktik penipuan berkedok investasi.

Materi sosialisasi membahas sejumlah modus yang kerap digunakan dalam penipuan investasi, termasuk tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat, ajakan untuk segera menyetorkan dana, serta investasi yang tidak memiliki kejelasan mengenai legalitas maupun pihak yang bertanggung jawab. Masyarakat juga didorong untuk lebih kritis sebelum mempercayai suatu tawaran investasi, terutama yang diperoleh melalui media sosial maupun komunikasi pribadi.

Edukasi dari sisi hukum tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi masyarakat agar lebih mampu mengenali indikasi penipuan dan mengambil langkah yang tepat sebelum mengalami kerugian. Mahasiswa menilai literasi hukum dan finansial menjadi semakin penting di tengah mudahnya informasi dan berbagai penawaran investasi tersebar melalui ruang digital.

Geuchik Gampong Pulo Lawang, Mursalin, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN karena dinilai memberikan pengetahuan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan anak-anak KKN. Pelatihan seperti ini bagus karena masyarakat tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi langsung melihat dan mencoba cara pembuatannya. Apalagi bahan yang digunakan mudah ditemukan, sehingga masyarakat bisa membuatnya kembali di rumah.”

Mursalin berharap berbagai pengetahuan dan keterampilan yang diberikan mahasiswa selama berada di Gampong Pulo Lawang tidak berhenti setelah masa KKN berakhir.

“Kami berharap apa yang sudah diajarkan selama KKN ini tidak hanya menjadi kegiatan sementara. Semoga masyarakat bisa mengambil manfaat dan meneruskan hal-hal baik yang sudah diberikan oleh mahasiswa KKN.”

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Kelompok 236, Dr. Nur Pramayudi, S.P., M.Si., menilai kegiatan tersebut mencerminkan salah satu tujuan penting dari pelaksanaan KKN, yaitu menghadirkan program yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini merupakan bagian penting dari proses pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program, tetapi juga harus mampu melihat potensi dan kebutuhan masyarakat, kemudian menerjemahkannya menjadi kegiatan yang memberikan manfaat.”

Menurutnya, kegiatan KKN akan memiliki nilai yang lebih besar apabila pengetahuan yang diberikan dapat terus digunakan oleh masyarakat setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdiannya.

“Kami berharap kegiatan yang dilakukan mahasiswa dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan yang tetap bermanfaat meskipun masa KKN telah berakhir. Hal yang sederhana sekalipun akan memiliki nilai ketika dapat diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat.”

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa KKN USK Kelompok 236 berupaya menghadirkan program yang menggabungkan keterampilan praktis dan peningkatan kesadaran masyarakat. Pelatihan pembuatan spray sereh memberikan pengalaman langsung dalam memanfaatkan potensi bahan alami di lingkungan sekitar, sementara edukasi hukum mengenai penipuan berkedok investasi menjadi upaya meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap risiko kerugian finansial.

Kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian program KKN, tetapi juga meninggalkan pengetahuan yang dapat terus dimanfaatkan masyarakat Gampong Pulo Lawang dalam kehidupan sehari-hari.