NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE — Jalan nasional Medan – Banda aceh kembali memakan korban. Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di depan Friend Coffee, kawasan Paloh, tepatnya di depan Puskesmas Muara Satu, arah barat, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 11.31 WIB.
Dalam kecelakaan tersebut, sepasang suami istri bersama seorang anak kecil dilaporkan mengalami luka cukup serius, terutama pada bagian wajah. Ketiganya kemudian dirujuk ke RS Kesrem untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Informasi yang diperoleh di lokasi menyebutkan, kecelakaan terjadi di jalur yang sedang dalam proses perbaikan. Kondisi tersebut menjadi sorotan karena di sekitar lokasi disebut tidak terdapat papan tanda atau rambu yang cukup jelas untuk memperingatkan pengguna jalan bahwa terdapat pekerjaan dan kondisi jalan yang berpotensi membahayakan.
Kondisi ini tentu patut menjadi perhatian serius. Jalan nasional merupakan jalur yang setiap hari dilalui masyarakat dengan intensitas tinggi. Ketika terdapat lubang, pekerjaan perbaikan, atau perubahan kondisi permukaan jalan, informasi dan peringatan yang jelas bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari keselamatan pengguna jalan.
Bukan hanya soal memperbaiki jalan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat melintas dengan aman selama proses perbaikan berlangsung.
Newsrbaceh kemudian menghubungi pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh terkait kondisi tersebut. BPJN Aceh merespons dan menyatakan akan segera mengambil tindakan.
“Baik bg, kami tangani segera penutupan lubangnya pak,” demikian jawaban BPJN Aceh kepada Newsrbaceh.
Respons tersebut patut diapresiasi. Namun, langkah perbaikan diharapkan tidak berhenti pada penutupan lubang semata. Pengamanan lokasi pekerjaan, pemasangan rambu peringatan, penerangan apabila diperlukan, serta pemeriksaan berkala terhadap kondisi jalan juga penting dilakukan.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa keselamatan pengguna jalan harus menjadi prioritas utama, terutama di titik-titik yang sedang dalam pengerjaan.
Masyarakat tentu berharap persoalan serupa tidak kembali menelan korban. Perbaikan infrastruktur seharusnya menghadirkan jalan yang lebih aman, bukan justru menciptakan titik rawan kecelakaan selama proses pengerjaannya.







