NEWSRBACEH I BIREUEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Reguler (KKN-R) Universitas Syiah Kuala (USK) Periode XXIX Kelompok 236 merampungkan penyusunan peta mitigasi bencana banjir untuk Gampong Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Selasa (4/8/2026).
Program tersebut digagas sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman banjir yang kerap terjadi di wilayah tersebut, terutama saat musim penghujan.
Peta mitigasi yang disusun memuat sejumlah informasi penting, seperti titik-titik rawan banjir, jalur evakuasi, serta lokasi fasilitas umum yang dapat difungsikan sebagai titik kumpul warga ketika bencana terjadi.

Penyusunan peta dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari survei lapangan, pengumpulan data kondisi geografis, hingga wawancara dengan masyarakat dan perangkat gampong. Program tersebut berlangsung sejak 19 Juli 2026 hingga pemasangan peta pada 4 Agustus 2026.
Peta mitigasi kemudian dipasang di depan Meunasah Gampong Pulo Lawang. Lokasi tersebut dipilih karena berada di tempat yang strategis dan mudah dilihat masyarakat, sehingga diharapkan dapat menjadi media informasi yang efektif bagi warga.
Gampong Pulo Lawang dipilih sebagai lokasi program karena kondisi geografisnya yang berada di dataran rendah dan berdekatan dengan aliran sungai. Kondisi tersebut membuat wilayah itu cukup rentan terdampak luapan air ketika intensitas hujan tinggi.
Selain itu, belum tersedianya dokumen pemetaan risiko bencana yang komprehensif di tingkat gampong menjadi salah satu pertimbangan mahasiswa dalam merancang program tersebut.
Ketua Kelompok 236 KKN-R USK mengatakan, peta mitigasi tersebut disusun bukan sekadar sebagai pelengkap dokumen administratif, tetapi diharapkan dapat menjadi acuan praktis bagi masyarakat dalam menghadapi potensi banjir.
“Kami berharap peta ini benar-benar dimanfaatkan warga, terutama dalam menentukan langkah dan jalur evakuasi yang aman ketika banjir terjadi,” ujarnya.
Program tersebut mendapat respons positif dari perangkat Gampong Pulo Lawang. Geuchik Gampong Pulo Lawang, Mursalin, menilai keberadaan peta mitigasi tersebut dapat melengkapi data kebencanaan yang sebelumnya belum tersedia secara sistematis.
Menurutnya, peta tersebut juga memberikan manfaat langsung dalam mendukung upaya pengurangan risiko bencana di wilayah Gampong Pulo Lawang.
Apresiasi juga disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-R USK. Ia menilai program tersebut merupakan bentuk kontribusi aplikatif mahasiswa kepada masyarakat.
DPL juga berharap peta mitigasi yang telah disusun dapat terus diperbarui oleh perangkat gampong sesuai dengan perkembangan kondisi wilayah, termasuk apabila terdapat perubahan jalur evakuasi maupun titik rawan banjir.
Penyusunan peta mitigasi bencana ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa KKN-R USK Periode XXIX dalam membantu masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana.
Kelompok 236 berharap inisiatif tersebut dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan, bahkan direplikasi di gampong-gampong lain di Kabupaten Bireuen yang memiliki karakteristik dan risiko bencana serupa.
Kontributor: Mahasiswa KKN-R USK Periode XXIX Kelompok 236







