NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Lhokseumawe menggelar program JEUMPA LOGAM (Jemput, Tukar, Putar Kembali) dalam rangkaian Pekan QRIS Nasional (PQN) 2026 di Harun, Lhokseumawe, Minggu (16/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan mendorong resirkulasi uang logam yang tersimpan di masyarakat agar kembali beredar dan dapat digunakan untuk transaksi sehari-hari, khususnya transaksi dengan nominal kecil.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 100 orang masyarakat berpartisipasi melakukan penukaran dengan total mencapai 24.589 keping uang logam. Capaian ini menunjukkan masih terdapat potensi uang logam yang tersimpan di masyarakat dan dapat kembali dioptimalkan untuk mendukung kelancaran transaksi tunai.
Melalui JEUMPA LOGAM, KPwBI Lhokseumawe berupaya meningkatkan resirkulasi uang logam sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh dan menggunakan kembali Rupiah pecahan kecil untuk kebutuhan transaksi dengan nominal kecil.
Untuk meningkatkan antusiasme masyarakat, peserta penukaran juga memperoleh kesempatan mengikuti undian berhadiah dengan hadiah berupa smart TV, handphone, sepeda, dan blender.
Selain JEUMPA LOGAM, rangkaian PQN 2026 juga menjadi momentum launching BI-LSM (Learning, Sharing, Moving), platform digital edukasi Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah yang dikembangkan KPwBI Lhokseumawe.
Launching BI-LSM dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe bersama Pimpinan Bank Indonesia Lhokseumawe serta dihadiri unsur FORKOPIMDA. Platform ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat memperoleh edukasi mengenai Rupiah secara digital, interaktif, dan sesuai dengan perkembangan teknologi.
Melalui BI-LSM, masyarakat diajak untuk belajar (Learning), berbagi (Sharing), dan bergerak (Moving) dalam memperkuat pemahaman serta kepedulian terhadap Rupiah.
KPwBI Lhokseumawe berharap JEUMPA LOGAM dapat meningkatkan peredaran kembali uang logam sehingga pecahan kecil Rupiah lebih mudah digunakan masyarakat. Sementara itu, BI-LSM diharapkan memperluas jangkauan edukasi CBP Rupiah, khususnya bagi generasi muda.
Kedua inisiatif tersebut menjadi bagian dari upaya KPwBI Lhokseumawe untuk mewujudkan masyarakat yang semakin Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam membangun ekosistem transaksi yang inklusif dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.







