NEWSRBACEH I BANDA ACEH — Sosok Zam Zam Khalila dikenal luas sebagai salah satu entrepreneur muda yang berhasil memadukan semangat bisnis dengan pelestarian budaya. Perempuan yang akrab disapa Lila ini merupakan alumni Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan di Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Lila lahir di Aceh Tamiang pada 16 Juni 2003. Ia adalah putri ketiga dari pasangan Abdul Jalil (Alm) dan Suaibah. Sejak usia muda, Lila telah menunjukkan semangat kemandirian dan kreativitas yang tinggi, yang kemudian membawanya terjun ke dunia usaha.
Di kalangan pemuda Aceh, nama Zam Zam Khalila bukanlah sosok asing. Ia dikenal berkat berbagai prestasi yang diraihnya baik di tingkat nasional maupun internasional serta kiprahnya dalam membangun bisnis berbasis ekonomi kreatif. Melalui inovasi yang ia kembangkan, Lila tidak hanya berfokus pada keuntungan semata, tetapi juga mengangkat nilai-nilai budaya lokal agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Kiprahnya sebagai Putri Budaya Indonesia Ekonomi Kreatif 2023 semakin memperkuat posisinya sebagai figur inspiratif. Peran tersebut dimanfaatkannya untuk mempromosikan kekayaan budaya Aceh ke khalayak yang lebih luas, sekaligus mendorong generasi muda agar berani berinovasi tanpa melupakan budaya.
Melanjutkan kiprahnya di dunia usaha, Zam Zam Khalila juga berhasil membangun brand bisnis bernama By Lila yang kini semakin dikenal di kalangan pecinta fashion dan budaya. Brand ini telah resmi terdaftar melalui Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Nomor Induk Berusaha (NIB), sebagai bukti legalitas dan profesionalitas dalam pengelolaannya.
Melalui By Lila, Lila menghadirkan berbagai lini produk yang mengusung konsep modern namun tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal. Beberapa unit usaha yang berada di bawah naungan By Lila antara lain @kebaya.bylila (Penyewaan Kebaya & Gaun premium), @jaslaka.bylila (Penyewaan Jas, Laka dan Beskap Premium), @atelier.bylila (Penyewaan Gaun Bridal Premium) dan @heels.bylila (Penyewaan Heels Premium).
Keempat lini tersebut menjadi bukti nyata bagaimana Lila mampu mengintegrasikan kreativitas, identitas budaya, dan kebutuhan pasar modern dalam satu kesatuan brand. Tidak hanya sekadar bisnis, By Lila juga menjadi wadah ekspresi seni dan pelestarian budaya yang dikemas secara inovatif.
Dengan strategi branding yang kuat serta pemanfaatan platform digital, By Lila aktif membangun kehadiran di media sosial, khususnya Instagram dan TikTok. Akun Instagram By Lila telah memiliki lebih dari 15 ribu pengikut dan telah terverifikasi (centang biru), yang semakin memperkuat kredibilitas brand di mata publik. Hal ini turut membantu By Lila menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya generasi muda yang ingin tampil modis tanpa meninggalkan unsur tradisional.
Dengan semangat dan dedikasi yang dimiliki, Zam Zam Khalila menjadi contoh nyata bahwa anak muda mampu menciptakan perubahan positif melalui kreativitas dan kerja keras. Ke depan, ia diharapkan terus melahirkan inovasi-inovasi baru yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga identitas budaya bangsa serta membawa karya lokal ke tingkat nasional hingga internasional.







