Search

23 Oktober 2026

Waled Jamaluddin: Santri Jadi Jawaban atas Dekadensi Moral Generasi Bangsa

Redaksi

Pimpinan Dayah QAHA Ukhwatul Quran Lhokseumawe, Waled Jamaluddin bin Abdul Kadir

NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Pimpinan Dayah QAHA Ukhwatul Quran Lhokseumawe, Waled Jamaluddin bin Abdul Kadir, menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis dalam menjaga moralitas dan menentukan arah masa depan bangsa di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi.

Menurutnya, sejak Indonesia merdeka, kalangan santri telah memberikan kontribusi penting dalam memperjuangkan sekaligus membangun harkat dan martabat bangsa. Santri dinilai menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang memiliki tanggung jawab terhadap masa depan negara.

Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, Waled Jamaluddin menyebutkan bahwa santri tidak hanya dituntut menguasai ilmu keagamaan, tetapi juga harus mampu menjawab berbagai tantangan sosial dengan berlandaskan adab dan akhlak.

“Adab dan akhlak menjadi modal dasar bagi santri untuk menjawab setiap tantangan zaman yang sedang dihadapi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pendidikan dayah yang menanamkan nilai-nilai keagamaan, kejujuran, kedisiplinan, dan akhlak mulia dapat menjadi salah satu benteng dalam menghadapi berbagai persoalan sosial, seperti kenakalan remaja dan melemahnya nilai-nilai budaya di tengah masyarakat.

Menurutnya, santri juga harus mampu menjadi agen keteladanan melalui kedisiplinan beribadah, kemampuan mengatur waktu, serta etika dalam membangun komunikasi dengan sesama.

Waled Jamaluddin turut menyoroti pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Ia menilai, hilangnya kesempatan dan waktu untuk menuntut ilmu dapat menyebabkan generasi muda kehilangan arah sehingga rentan terjerumus dalam berbagai persoalan sosial dan perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga nilai-nilai religius sekaligus membangun pemahaman tentang hubungan antara kecintaan terhadap tanah air dan ketaatan terhadap syariat Islam.

Karena itu, ia berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap keberadaan dan pengembangan pendidikan santri serta lembaga dayah di Indonesia.

“Santri harus mendapatkan perhatian dan perlakuan khusus dari pemerintah, karena arah masa depan bangsa ada di tangan generasi santri,” tegasnya.

Ia berharap santri ke depan tidak hanya menjadi penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa dengan menghadirkan generasi yang berilmu, berintegritas, dan berakhlak mulia.

Iklan Iklan
Iklan adv
Iklan iklan
Iklan Iklan
Iklan iklan
Iklan Iklan
Iklan advt
Iklan adv
Iklan adv
Iklan adv
Iklan HUT ke 4
Iklan Hari Kesaktian Pancasila

Trending