Search

30 Juni 2026

Menteri Dody Dorong 3 Prioritas Isu Jadi Agenda Global Pembahasan World Water Forum ke-11 di Riyadh

Redaksi

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan tiga isu strategis yang perlu menjadi prioritas dalam pembahasan 11th World Water Forum yang akan digelar di Riyadh pada 21–25 Maret 2027

NEWSRBACEH I JEDDAH – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menekankan tiga isu strategis yang perlu menjadi prioritas dalam pembahasan 11th World Water Forum yang akan digelar di Riyadh pada 21–25 Maret 2027 mendatang. Ketiga isu tersebut yakni penguatan ketahanan air untuk mendukung ketahanan pangan, peningkatan layanan air yang andal bagi seluruh masyarakat, serta penguatan kerja sama internasional dalam pengembangan kapasitas dan pengetahuan di bidang sumber daya air.

Menteri Dody menyampaikan bahwa air merupakan fondasi utama pembangunan berkelanjutan. Air berperan penting dalam mendukung sektor pertanian, energi, aksi iklim, pengentasan kemiskinan, hingga berbagai agenda pembangunan lainnya.

“Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Pemahaman inilah yang menjadi dasar komitmen Indonesia, baik saat menjadi tuan rumah World Water Forum ke-10 maupun dalam mendukung suksesnya World Water Forum ke-11 di Arab Saudi,” kata Menteri Dody saat menghadiri Political Process Ministerial Segment Session pada 2nd Stakeholders Consultation Meeting (SCM) 11th World Water Forum di Jeddah, Arab Saudi, Minggu (28/6/2026).

Menteri Dody menjelaskan bahwa sektor pertanian saat ini mengonsumsi sekitar 72% dari total penggunaan air tawar dunia, sementara kebutuhan produksi pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. Karena itu, pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan harus menjadi bagian dari strategi peningkatan produktivitas pertanian melalui pembangunan irigasi, penyimpanan air, perlindungan daerah tangkapan air, penerapan pertanian cerdas, hingga pengurangan risiko bencana.

“Prioritas pertama yang diusulkan Indonesia adalah memperkuat keterkaitan antara ketahanan air dan ketahanan pangan (water and food security nexus). Kita harus memastikan setiap tetes air memberikan manfaat yang optimal. Making every drop count, sehingga setiap tetes air mampu meningkatkan produksi pangan dan memperkuat ketahanan pangan dunia,” kata Menteri Dody.

Prioritas kedua adalah memperkuat layanan air yang andal bagi kawasan perkotaan, perdesaan, dan pulau-pulau kecil melalui penerapan Integrated Water Resources Management (IWRM). Menurut Menteri Dody, layanan air yang berkualitas merupakan tulang punggung pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan, terutama bagi wilayah yang menghadapi keterbatasan sumber daya air dan dampak perubahan iklim.

Selain penyediaan air bersih, pengelolaan air juga harus mencakup pengelolaan air limbah, pengurangan risiko bencana, penataan ruang, serta peningkatan kapasitas masyarakat dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air.

“Pengalaman Indonesia menunjukkan bahwa ketika layanan air tersedia dengan baik, pembangunan dan pertumbuhan akan mengikuti. Karena itu, World Water Forum perlu mendorong penguatan layanan air terpadu bagi masyarakat yang menghadapi tantangan air paling besar,” ujar Menteri Dody.

Prioritas ketiga adalah memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan kapasitas dan pertukaran pengetahuan dan inovasi di bidang sumber daya air. Sebagai tindak lanjut hasil 10th World Water Forum di Bali, Indonesia telah membentuk Center of Excellence on Water and Climate yang diharapkan menjadi pusat kolaborasi, pengembangan kapasitas, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia di kawasan Asia Pasifik. Indonesia juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan berbagai negara dan mitra pembangunan untuk memperkuat peran Pusat Keunggulan Ketahanan Air dan Iklim tersebut.

“Indonesia siap berkolaborasi dengan seluruh negara dan para mitra untuk memperluas manfaat Center of Excellence sehingga semakin banyak negara memperoleh manfaat melalui penguatan kapasitas, pertukaran pengetahuan, dan kerja sama di bidang sumber daya air,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody mendorong estafet penyelenggaraan World Water Forum dari Bali menuju Riyadh ini harus menjadi momentum untuk memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati dapat diwujudkan menjadi aksi nyata. Oleh karena itu, Indonesia meyakini pembahasan pada 11th World Water Forum harus mampu menghasilkan langkah-langkah konkret untuk menjawab tantangan global di sektor air.

“Dari Bali menuju Riyadh, kita harus membawa satu prinsip bersama, yaitu memastikan setiap komitmen benar-benar terlaksana. Setiap proyek harus menghasilkan manfaat nyata, setiap layanan harus berkelanjutan, dan setiap masyarakat harus merasakan manfaat sebesar-besarnya dari pengelolaan sumber daya air,” tutup Menteri Dody.