Search

14 Mei 2026

Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Berbahaya

Redaksi

Mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Berbahaya

NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE — Kondisi jalan nasional di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, menuai kritik keras dari masyarakat dan kalangan mahasiswa. Jalan yang telah dikerok sejak beberapa waktu lalu hingga kini belum juga diperbaiki, sehingga menyisakan permukaan rusak, berdebu, dan dipenuhi bebatuan yang membahayakan pengguna jalan.

Situasi tersebut disebut semakin mengancam keselamatan pengendara, terutama pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi kawasan itu. Warga mengaku khawatir karena kecelakaan kerap terjadi akibat kondisi jalan yang tidak layak dilalui.

“Setiap hari masyarakat harus melewati jalan ini dengan rasa khawatir. Kalau malam atau hujan turun, kondisi jalan semakin berbahaya dan sudah banyak pengendara yang jatuh,” ujar salah seorang warga, Rabu (13/5/2026).

Sorotan tajam juga datang dari mahasiswa UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe. Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD), Muhammad Irfan, menilai lambannya penanganan jalan rusak menunjukkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap keselamatan masyarakat.

Ia meminta Pemerintah Kota Lhokseumawe tidak menutup mata terhadap persoalan yang terus dikeluhkan warga tersebut.

“Kami meminta Wali Kota jangan tutup mata terhadap kondisi ini. Jalan yang dikerok lalu dibiarkan tanpa perbaikan jelas menjadi ancaman serius bagi masyarakat. Keselamatan warga tidak boleh diabaikan. Pemerintah harus segera bertindak sebelum semakin banyak korban berjatuhan,” tegas Muhammad Irfan.

Irfan juga mengungkapkan bahwa pada 7 Mei 2026 lalu, dirinya bersama sejumlah mahasiswa telah menyerahkan 15 poin petisi kepada Wali Kota Lhokseumawe. Salah satu poin utama dalam petisi tersebut adalah percepatan perbaikan jalan rusak yang dinilai membahayakan masyarakat.

Namun hingga saat ini, kata Irfan, belum terlihat langkah konkret dari pemerintah.

“Pada 7 Mei lalu kami bersama teman-teman sudah menyampaikan 15 petisi untuk Kota Lhokseumawe dan diterima dengan baik oleh Wali Kota. Salah satu poin yang kami sampaikan adalah terkait perbaikan jalan. Namun hingga hari ini tindakan nyata belum terlihat. Dimanakah Wali Kota Lhokseumawe ketika masyarakat membutuhkan kehadiran pemerintah?” lanjutnya.

Menurut Irfan, persoalan infrastruktur jalan bukan sekadar urusan pembangunan fisik, tetapi menyangkut keselamatan dan nyawa masyarakat. Ia mendesak pemerintah daerah segera berkoordinasi dengan instansi terkait agar proses perbaikan jalan nasional tersebut dapat segera diselesaikan.

Sementara itu, masyarakat berharap pemerintah tidak hanya melakukan pengerokan jalan tanpa kejelasan lanjutan perbaikan. Warga meminta jalan segera diaspal kembali agar aman dan nyaman digunakan sebelum semakin banyak korban kecelakaan terjadi di kawasan tersebut.