NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Insiden yang melibatkan kabel jaringan internet kembali menyoroti aspek keselamatan di sekitar pekerjaan proyek. Seorang mahasiswa Universitas Malikussaleh (Unimal), Muhammad Razik (24), dilaporkan mengalami kecelakaan setelah sepeda motor yang dikendarainya tersangkut kabel WiFi dan mengenai leher hingga jatuh ke badan jalan.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa, 15 September 2026, di Jalan Medan-Banda Aceh, tepatnya di depan Pasar Batuphat, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, kabel jaringan internet diduga tersangkut alat berat jenis excavator yang sedang melakukan pekerjaan penggalian dalam proyek Takabeya. Kabel kemudian terputus dan jatuh melintang di badan jalan.
Tidak lama berselang, dua mahasiswa yang berboncengan dan hendak menuju kampus melintas di lokasi. Kabel yang berada di badan jalan tersebut kemudian mengenai pengendara hingga menyebabkan korban terjatuh. Muhammad Razik yang mengendarai sepeda motor selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Arun untuk mendapatkan penanganan medis.
Dalam kronologi yang disampaikan pihak di lokasi, kecelakaan terjadi setelah kabel WiFi yang sebelumnya kendor tersangkut alat berat saat pekerjaan penggalian. Rekan korban yang berada di belakang juga disebut ikut terjatuh.
Persoalan keselamatan di lokasi pekerjaan turut menjadi sorotan. Berdasarkan keterangan yang diperoleh, tidak terlihat adanya papan informasi pekerjaan yang memadai di sekitar lokasi. Hanya terdapat papan peringatan bertuliskan “Hati-Hati”, yang disebut berada di atas parit.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana pengamanan area kerja dilakukan, khususnya ketika pekerjaan menggunakan alat berat berlangsung di ruas jalan yang tetap dilalui masyarakat.
Petugas lapangan pelaksana pekerjaan, Cek Li, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia mengatakan korban telah dibawa ke Rumah Sakit Arun dan pihak pelaksana akan bertanggung jawab terhadap biaya serta kebutuhan korban.
“Korban sekarang sudah kami antar ke Rumah Sakit Arun dan kami akan bertanggung jawab membiayai kebutuhan korban,” ujar Cek Li.
Sementara itu, berdasarkan keterangan rekan korban, hingga Kamis, 17 September 2026, Muhammad Razik masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Arun. Rekan korban juga menyebut pihak pelaksana sebelumnya menyampaikan akan kembali datang ke rumah sakit pada Kamis, namun hingga informasi tersebut dihimpun, pihak tersebut disebut belum datang.
Hingga berita ini diturunkan, Direktur Takabeya, Agusti, belum memberikan tanggapan terkait insiden tersebut maupun mengenai langkah pengamanan di lokasi pekerjaan.
Insiden ini menyisakan pertanyaan penting: apakah pengamanan kabel utilitas dan keselamatan pengguna jalan telah menjadi perhatian yang cukup selama pekerjaan proyek berlangsung?
Terlepas dari siapa yang nantinya dinilai bertanggung jawab, pengamanan area proyek menjadi hal penting agar aktivitas pekerjaan tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat yang melintas.
Media ini masih membuka ruang bagi pihak Takabeya maupun pihak terkait lainnya untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan atas peristiwa tersebut







