NEWSRBACEH I ACEH UTARA – Hujan deras mengguyur kawasan halaman Kantor Bupati Aceh Utara saat malam penutupan rangkaian Milad Samudera Pasai ke-800, Minggu (13/9/2026) malam.
Meski hujan turun cukup deras dan sesekali disertai kilatan petir, suasana penutupan tetap berlangsung meriah. Penampilan Apache13, grup musik lokal yang dikenal dengan karya bernuansa etnik Aceh, menjadi salah satu magnet utama yang membuat masyarakat tetap bertahan di lokasi acara.
Menariknya, ketika hujan mulai mengguyur, sebagian pengunjung sempat menjauh dari panggung utama untuk berteduh. Namun, saat Apache13 mulai tampil, pengunjung kembali memadati area depan panggung.
Hujan deras seolah tak mampu mengalahkan antusiasme penonton. Para pengunjung tetap menikmati penampilan Apache13 hingga suasana penutupan Milad Samudera Pasai ke-800 terasa semakin semarak.
Rangkaian kegiatan Milad Samudera Pasai ke-800 sendiri telah berlangsung selama tujuh hari tujuh malam dengan berbagai kegiatan yang dipusatkan di kawasan halaman Kantor Bupati Aceh Utara.
Perputaran Ekonomi Terasa
Selain menghadirkan hiburan dan berbagai kegiatan masyarakat, pelaksanaan Milad Samudera Pasai ke-800 juga terlihat memberikan ruang bagi pelaku usaha dan UMKM untuk berjualan.
Sejumlah lapak usaha tampak memanfaatkan momentum tersebut. Aktivitas jual beli yang berlangsung selama kegiatan membuat perputaran ekonomi di sekitar lokasi acara turut terasa.
Namun, di tengah meriahnya pelaksanaan selama tujuh hari tujuh malam, terdapat satu hal yang menjadi perhatian, yakni fasilitas toilet umum bagi pengunjung.
Berdasarkan pantauan di lokasi, fasilitas toilet umum tampak belum tersedia secara memadai. Bahkan, disebutkan hanya terdapat satu fasilitas yang berada di pos Satpol PP di dalam kawasan Kantor Bupati Aceh Utara, dan penggunaannya disebut terbatas untuk buang air kecil.
Kondisi tersebut menjadi catatan tersendiri dalam pelaksanaan kegiatan yang berlangsung selama sepekan dengan jumlah pengunjung yang cukup ramai.
Terlepas dari catatan tersebut, penutupan Milad Samudera Pasai ke-800 berlangsung meriah. Hujan deras yang turun pada malam terakhir justru menjadi bagian dari cerita tersendiri, ketika masyarakat tetap memilih bertahan demi menyaksikan penampilan Apache13.







