NEWSRBACEH I ACEH – Cucu Sultan Aceh yang juga Pemimpin Darud Donya Cut Putri mengapresiasi langkah pemerintah, yang telah memugar situs makam Putri Sultan Alaidin Al Kahhar Bin Sultan Ali Mughayat Syah di Gampong Pande Banda Aceh.
Kompleks makam ini adalah situs makam penting dunia, yang bahkan di cari-cari oleh peneliti luar negeri.
Makam ini ditemukan oleh De Vink pada masa Belanda sekitar tahun 1912 M di Blang Tutong Pande, Inkripsi tulisan di nisannya juga telah diteliti oleh peneliti Perancis Ludvik Kallus dan Claude Guillot, hasil penelitian ini kemudian dimuat dalam Majalah Internasional Archipel, dengan nama Putri Siti Ubi Syah Bin Sultan Alaidin Bin Sultan Ali Mughayat Syah.
Sultan Alaidin Al Kahhar adalah Sultan Aceh terkenal yang memerintah Aceh pada 1539-1571 M. Sultan ini terkenal menjalin hubungan dengan kerajaan Turki Utsmani untuk melawan Portugis di Malaka. Sultan Alaidin juga merupakan pemimpin yang tegas dalam menegakkan syariat Islam di Aceh, yang juga menyatukan banyak kerajaan di Pulau Sumatera untuk melawan Imperialisme asing. Sultan Alaidin Riayat Syah Al Kahhar termahsyur namanya sampai benua Eropa.
Dalam Kitab Bustanussalatin karya Syeikh Nuruddin Ar Raniry, dan juga Hikayat Aceh yang diakui UNESCO, telah disebutkan beberapa anak Sultan Alaidin Al Kahhar.
Temuan makam Putri Siti Ubi Syah anak Sultan Alaiddin Al Kahhar ini menambah daftar tokoh wanita di Aceh, yang merupakan tokoh pahlawan perempuan kebanggaan Aceh.
Putri Siti Ubi Syah Binti Sultan Alaidin Al Kahhar (1539-1572) Bin Sultan Ali Mughayat Syah (1507-1530 M) menjaga salah satu benteng terkuat Kuta Bak Bi di Kuala Aceh, selain Laksamana Malahayati Binti Laksamana Mahmud Bin Sultan Salahuddin (1530-1539 M) Bin Sultan Ali Mughayat Syah (1507-1530 M) yang terkenal sebagai wanita penjaga benteng terdepan Aceh.
“Ini menunjukkan bahwa Aceh sejak dulu telah mencetak para perempuan tangguh, yang berperan langsung di garda terdepan dalam sejarah”, tegas Cut Putri.
Kompleks makam Putri Siti Ubi Syah juga berisi beberapa makam para tokoh besar dan Ulama Kesultanan Aceh.
Pada nisan makam Siti Ubi Syah tertulis kalimat Indah: “Ad Dunya Sa’ah Faj’alaha Ta’ah”, artinya “Dunia hanya sesaat jadikanlah ia ketaatan”.
Perlu penelitian lebih lanjut tentang sejarah Putri Siti Ubi Syah, yang telah diteliti peneliti Internasional, untuk mengungkapkan lebih luas lagi tentang sejarah Aceh.
Dalam penelitian pihak Perancis banyak sekali nisan yang ada dikawasan Gampong Sultan. Gampong Sultan merupakan kawasan yang berada langsung dibawah pemerintahan Sultan Aceh. Adapun Gampong Sultan meliputi Gampong Pande, Gampong Jawa, Gampong Keudah, Gampong Merduati, serta Gampong Peulanggahan dan Kandang. Di kawasan ini banyak dimakamkan para raja dan keluarga Raja Aceh.
“Sebagaimana laporan penjelajah asing, kawasan Hazrat Marhumah Yang Mulia Putri Siti Ubi Syah Binti Sultan Alaidin Riayat Syah Al Kahhar, yang membina hubungan dengan Turki Utsmani adalah terletak di Gampong Pande”, tutur Cut Putri.
Kawasan Gampong Pande terkenal sebagai kawasan ribuan batu nisan, dan dikenal sebagai kawasan bersejarah penting, sebagai Titik Nol awal mula Sultan Johan Syah mendirikan Kesultanan Aceh di Gampong Pande tahun 1205 M.
Namun banyak sekali situs makam bernisan Aceh yang ada di tambak kawasan Gampong Pande belum dipugar dengan baik, dan terancam musnah.
Maka Cucu Sultan Aceh meminta pemerintah segera memugar semua situs makam di Gampong Pande sebagai perlindungan situs sejarah Aceh, karena situs makam di Gampong Pande cukup banyak, yang sangat berguna sebagai kawasan penelitian dunia.
Dengan adanya perlindungan situs sejarah secara menyeluruh di Gampong Sultan, maka Situs Sejarah yang terancam dapat terlindungi dan terjaga, sebagai bukti kebesaran Aceh di dunia.
“Ini juga sebagai penghormatan bagi indatu pahlawan yang telah berjuang untuk Aceh, walau tanpa tanda jasa, sebagai warisan untuk generasi Aceh yang akan datang”, tutup Cut Putri.
- › Disaat Situs Bersejarah Rusak, Aceh Utara Malah 'Pelit' Dana untuk Cetak Ahli Pelestarinya
- › Menapak Jejak Sultan, Haul ke-751 Sultan Al-Malik Ash-Shalih Hadirkan Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Utara
- › Pemerintah Aceh Ajak Warga Kumpul di Masjid Raya Baiturrahman Besok, Dzikir dan Doa Bersama Mengenang 20 Tahun Tsunami







