NEWSRBACEH I ACEH UATARA – Di tengah proses pemulihan pascabanjir Aceh 2025, senyuman anak-anak kembali merekah di Gampong Teumpok Beurandang. Suasana hangat itu hadir saat Persatuan Kaunselor Pendidikan Malaysia (PEKA) bersama Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) dan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) Universitas Islam Negeri Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Jumat (31/1/2026).
Kegiatan community service ini merupakan kolaborasi PEKA dengan FUAD, khususnya Program Studi Bimbingan Konseling Islam (BKI), serta FTIK melalui Program Studi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam (BKPI). Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) juga ikut mendampingi pelaksanaan kegiatan, terutama dalam membangun komunikasi dengan warga dan anak-anak di gampong tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, BKI dan BKPI menghadirkan sejumlah mahasiswa calon konselor untuk terlibat langsung dalam proses pendampingan. Presiden PEKA dan Dekan FUAD tampak melakukan komunikasi secara akrab dengan warga gampong. Interaksi berlangsung santai dan terbuka, menciptakan suasana kebersamaan di tengah keterbatasan yang masih dirasakan masyarakat pascabencana.
Fokus utama kegiatan ini adalah pemulihan trauma pascabencana banjir Aceh 2025 bagi para penyintas. Bertempat di meunasah gampong, konselor PEKA melakukan pendampingan trauma recovery kepada warga, sementara mahasiswa BKI dan BKPI berinteraksi langsung dengan anak-anak melalui pendekatan yang ringan dan bersahabat.
Wakil Rektor III UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Darmadi, menyampaikan bahwa kegiatan pengabdian ini merupakan bentuk nyata kehadiran perguruan tinggi di tengah masyarakat.
“Kerja sama dengan PEKA tidak hanya berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi juga diwujudkan melalui kegiatan langsung yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menyinggung hubungan emosional antara Aceh dan Malaysia yang sudah terjalin sejak lama.
“Malaysia merupakan sahabat Aceh dari dulu. Dalam banyak peristiwa, termasuk saat bencana, Malaysia selalu hadir bersama Aceh,” katanya.
Dr. Darmadi berharap masyarakat terdampak dapat segera pulih dan bangkit.
“Kita berharap dan berdoa agar masyarakat yang terdampak banjir ini segera pulih, baik secara fisik maupun mental,” ujarnya.
Ia menambahkan, UIN Sultanah Nahrasiyah siap membuka ruang pendidikan bagi masyarakat.
“UIN Sultanah Nahrasiyah siap membantu, termasuk bagi masyarakat atau anak-anak yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,” katanya.
Presiden PEKA, Datin Dr. Siti Taniza Toha, menyampaikan bahwa kolaborasi lintas negara ini diarahkan pada pendampingan yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana.
“Pendampingan psikososial menjadi bagian penting dalam proses pemulihan pascabencana. Melalui kolaborasi ini, kami berharap masyarakat dapat kembali bangkit dan menjalani aktivitas dengan lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Dekan FUAD UIN Sultanah Nahrasiyah, Dr. Ruhama Wazna, menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dilihat dari aspek bantuan material.
“Pemulihan bukan hanya soal materi, tetapi juga soal psikologis. Karena itu, pendampingan seperti ini menjadi sangat penting bagi masyarakat, khususnya anak-anak,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan keilmuan bimbingan dan konseling merupakan bagian dari tanggung jawab akademik fakultas dalam merespons persoalan sosial di masyarakat.
Pendekatan yang digunakan terlihat semakin efektif ketika mahasiswa KPI, Jihan Fanyra dan Fadhil Aulia Farisky, bersama konselor PEKA mengajak anak-anak bermain permainan edukatif. Tawa, tepuk tangan, dan teriakan kecil penuh semangat terdengar memenuhi meunasah, seolah sejenak menghapus ingatan tentang bencana yang pernah melanda.
Jihan Fanyra mengaku terkesan dengan sambutan masyarakat dan antusiasme anak-anak di gampong tersebut.
“Sangat senang kali tentunya disambut hangat oleh masyarakat Tumpok Beurandang, dan juga anak-anak yang luar biasa antusiasnya. Awalnya kami hanya ngobrol biasa saja, dan akhirnya jadi main bersama. Semoga peristiwa yang terjadi tidak mematahkan semangat adik-adik kita untuk meraih mimpi,” ujarnya.
Selain pendampingan psikososial, UIN Sultanah Nahrasiyah dan PEKA juga menyerahkan bantuan kepada warga berupa sarung, mukena, dan Al-Qur’an. Bantuan tersebut diserahkan oleh Presiden PEKA bersama Wakil Rektor III UIN Sultanah Nahrasiyah, dan diterima langsung oleh Geuchik Gampong Teumpok Beurandang, Zulfikar.
Sementara itu, Zulfikar menyampaikan apresiasi atas kehadiran PEKA dan UIN Sultanah Nahrasiyah di gampongnya.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran bapak dan ibu dari PEKA serta UIN Sultanah Nahrasiyah. Anak-anak terlihat senang dan lebih ceria. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut dan menjadi penguat bagi kami untuk bangkit kembali,” ujarnya.
- › Pemko Lhokseumawe dan Islamic Relief Indonesia Teken MoU, 50 Rumah Dhuafa akan segera Dibangun
- › H. M. Nasir Djamil dan Muhammad Kausar Salurkan Bantuan kepada Ribuan Korban Banjir Lhokseumawe dan Aceh Utara
- › Tindaklanjuti Aspirasi Masyarakat Soal E-Parkir, Haji Uma Koordinasi dengan DPRK dan Walikota Banda Aceh







