NEWSRBACEH I BIREUEN – Tangis haru mewarnai perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 236 Universitas Syiah Kuala (USK) bersama masyarakat Gampong Pulo Lawang, Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Rabu malam, 5 Agustus 2026. Suasana haru semakin terasa ketika anak-anak dan warga harus melepas mahasiswa yang selama hampir satu bulan menjadi bagian dari keseharian mereka.
Acara perpisahan yang berlangsung di meunasah gampong tersebut menjadi malam terakhir mahasiswa KKN bersama masyarakat Pulo Lawang. Pertemuan yang biasanya diisi dengan canda dan kebersamaan berubah menjadi suasana penuh haru ketika mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih dan berpamitan kepada warga.
Anak-anak yang selama pelaksanaan KKN kerap mengikuti berbagai kegiatan bersama mahasiswa juga tampak sedih. Kedekatan yang terbangun melalui kegiatan belajar, bermain, mewarnai, dan berbagai aktivitas edukatif membuat kehadiran mahasiswa telah menjadi bagian dari keseharian mereka.
Tangis pecah ketika mahasiswa mulai berpamitan. Sejumlah anak terlihat enggan berpisah dan tetap berada di sekitar mahasiswa. Bagi mereka, kepulangan mahasiswa bukan hanya berakhirnya sebuah kegiatan, tetapi juga berakhirnya rutinitas bertemu dengan kakak-kakak yang selama beberapa pekan menemani mereka.
Geuchik Gampong Pulo Lawang, Mursalin, turut hadir dalam acara perpisahan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa Kelompok 236 yang dinilainya telah bersikap baik dan mampu membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat selama berada di gampong.
“Anak-anak KKN ini baik-baik semuanya. Mereka sudah menyatu dengan masyarakat dan selama di sini juga banyak membantu kegiatan di gampong. Kami berterima kasih atas kehadiran dan kontribusi mereka,” ujar Mursalin.
Pernyataan tersebut disambut suasana haru dari mahasiswa dan warga. Bagi mahasiswa, apresiasi dari masyarakat menjadi salah satu hal yang paling berkesan setelah menjalani berbagai kegiatan selama KKN.
Selama melaksanakan KKN, Kelompok 236 menjalankan berbagai program yang melibatkan masyarakat secara langsung, mulai dari kegiatan kesehatan dan posyandu, edukasi bagi anak-anak dan remaja, kegiatan sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Namun, bagi mahasiswa, pengalaman selama berada di Pulo Lawang tidak hanya berkaitan dengan program kerja.
“Awalnya kami datang ke Pulo Lawang sebagai mahasiswa yang menjalankan KKN. Tapi selama di sini, kami merasa diterima seperti keluarga sendiri. Karena itu, ketika harus pulang, rasanya sangat berat,” ujar salah seorang mahasiswa KKN Kelompok 236.

Perpisahan belum benar-benar berakhir malam itu.
Keesokan harinya, Kamis, 6 Agustus 2026, suasana haru kembali terjadi ketika mahasiswa bersiap meninggalkan posko KKN. Sejumlah warga dan anak-anak datang untuk menunggu keberangkatan mahasiswa.
Momen tersebut menjadi perpisahan terakhir sebelum mahasiswa meninggalkan Gampong Pulo Lawang. Salam, pelukan, dan lambaian tangan mengiringi keberangkatan mahasiswa. Beberapa anak tampak masih bertahan di sekitar posko hingga mahasiswa benar-benar berangkat. Bagi warga, kehadiran mahasiswa KKN selama hampir satu bulan telah menciptakan kedekatan yang membuat proses perpisahan tidak mudah. Sementara bagi mahasiswa, Pulo Lawang meninggalkan pengalaman pengabdian sekaligus kenangan tentang masyarakat yang telah menerima mereka dengan hangat.
“Terima kasih untuk seluruh masyarakat Pulo Lawang yang sudah menerima kami, membantu kami selama di sini, dan memberikan banyak kenangan. Semoga apa yang kami lakukan selama KKN bisa memberikan manfaat dan hubungan baik ini tetap terjaga,” ungkap salah seorang mahasiswa.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Kelompok 236, Dr. Nur Pramayudi, S.P., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa atas pelaksanaan KKN di Gampong Pulo Lawang.
“Selama melaksanakan KKN, kalian tidak hanya belajar bagaimana menjalankan program, tetapi juga belajar bagaimana hidup bersama masyarakat, mendengarkan, membantu, dan meninggalkan sesuatu yang bermanfaat.
Perpisahan ini bukan berarti hubungan kalian dengan masyarakat berakhir. Jadikan semua pengalaman, kebaikan, dan kenangan selama berada di Pulo Lawang sebagai bagian dari proses kalian untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga apa yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi pengalaman berharga yang kalian bawa pulang,” ujar Dr. Nur Pramayudi, S.P., M.Si.
Ia juga berpesan agar mahasiswa tetap menjaga nama baik almamater serta hubungan baik yang telah terjalin dengan masyarakat Pulo Lawang. “Pulanglah dengan membawa pengalaman dan kenangan yang baik. Tinggalkan kesan yang baik, dan tetap jaga silaturahmi dengan masyarakat yang telah menerima kalian dengan begitu baik selama di sini.”
Keberangkatan Kelompok 236 menandai berakhirnya masa KKN di Gampong Pulo Lawang. Meski mahasiswa kembali ke lingkungan kampus dan masyarakat kembali menjalani aktivitas seperti biasa, kebersamaan selama hampir satu bulan meninggalkan cerita bagi kedua pihak.
Perpisahan itu akhirnya bukan sekadar seremoni penutup KKN. Tangis anak-anak, pelukan warga, dan mereka yang datang menunggu keberangkatan dari posko menjadi bukti bahwa waktu yang singkat dapat membangun kedekatan yang begitu berarti.
Mahasiswa pun meninggalkan Pulo Lawang dengan membawa pengalaman dan kenangan, sementara warga melepas mereka dengan doa agar perjalanan pendidikan dan masa depan para mahasiswa Kelompok 236 selalu diberi kelancaran.







