NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Nama Rusli Nurdin, yang akrab disapa Cek Li, mulai diperbincangkan dalam bursa calon Keuchik Gampong Pusong Baru untuk periode 2026–2032.
Cek Li disebut sebagai salah satu kandidat yang mendapat perhatian dalam kontestasi pemilihan Keuchik Gampong Pusong Baru. Pengalamannya dalam pemerintahan gampong, termasuk pernah menjalankan tugas sebagai Kepala Lorong Dusun IV, menjadi salah satu latar belakang yang disebut mendukung pencalonannya.
Cek Li secara terbuka telah menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Keuchik Pusong Baru. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam sebuah pertemuan di Rumoh Tuha, Minggu (30/8/2026).
Dalam pernyataannya, Cek Li mengatakan keputusannya maju bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan sebagai bentuk keinginan untuk mengabdi dan ikut membenahi Gampong Pusong Baru.
“Bagi saya, menjadi Keuchik bukan soal berkuasa, tetapi soal siap mendengar, siap bekerja dan siap mempertanggungjawabkan amanah kepada masyarakat dan kepada Allah SWT,” ujar Cek Li.
Enam Fokus yang Ditawarkan
Dalam visi yang disampaikannya, Cek Li mengusung gagasan pemerintahan gampong yang amanah, transparan, adil dan dekat dengan masyarakat.
Jika mendapat kepercayaan masyarakat, ia menyampaikan enam bidang yang menjadi fokus perhatian.
Pertama, pelayanan masyarakat. Cek Li menyatakan ingin mendorong pelayanan yang mudah, cepat dan adil tanpa membeda-bedakan warga.
Kedua, transparansi dana gampong. Ia menilai masyarakat memiliki hak untuk mengetahui proses perencanaan serta penggunaan anggaran gampong.
Ketiga, peningkatan ekonomi masyarakat. Menurutnya, usaha kecil, nelayan, pedagang, pemuda dan kelompok masyarakat perlu mendapat ruang untuk berkembang.
Keempat, pemberdayaan pemuda dan perempuan melalui kegiatan olahraga, keterampilan, pendidikan serta aktivitas positif lainnya.
Kelima, kebersihan dan lingkungan, yang menurutnya menjadi bagian penting dalam menciptakan gampong yang sehat, bersih dan nyaman.
Keenam, penguatan keagamaan dan kepedulian sosial, termasuk mendorong kegiatan keagamaan, gotong royong serta kepedulian antarwarga.
“Keuchik bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Dana gampong bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kepentingan masyarakat. Dan jabatan bukanlah kebanggaan, tetapi sebuah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT,” tegasnya.
Tiga Calon Sampaikan Visi-Misi
Sementara itu, tahapan pemilihan Keuchik Gampong Pusong Baru akan memasuki agenda penyampaian visi dan misi.
Tiga calon Keuchik Pusong Baru dijadwalkan menyampaikan visi dan misi masing-masing di meunasah setempat pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Agenda tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal gagasan, program serta komitmen masing-masing kandidat sebelum menentukan pilihan.
Cek Li sendiri maju dengan nomor urut 2. Ia mengajak masyarakat agar proses pemilihan tidak hanya berorientasi pada janji, tetapi juga mempertimbangkan gagasan dan kesiapan calon dalam menjalankan amanah.
“InsyaAllah, jika No. 2, saya Cek Li diberikan amanah, kita bangun gampong bersama-sama. Karena perubahan gampong tidak bisa dilakukan seorang Keuchik saja. Perubahan membutuhkan kita semua,” pungkasnya.
Pilihan akhir berada di tangan masyarakat Gampong Pusong Baru. Setiap kandidat memiliki kesempatan yang sama untuk menyampaikan visi dan misinya, sementara masyarakat diharapkan dapat menilai seluruh calon secara objektif sesuai ketentuan pemilihan yang berlaku.







