NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE — Pimpinan Dayah QAHA Ukhwatul Qur’an Kota Lhokseumawe, Tgk Jamaluddin HK, menegaskan bahwa masyarakat korban banjir bandang dan longsor di Aceh Utara tidak hanya membutuhkan bantuan sandang dan pangan, tetapi juga sangat memerlukan perlengkapan ibadah, Alquran, serta kitab-kitab keagamaan.
Hal tersebut disampaikan Tgk Jamaluddin HK usai turun langsung ke sejumlah titik lokasi pengungsian di pedalaman Aceh Utara dalam beberapa kali kunjungan. Ia melihat secara langsung kondisi masyarakat yang kehilangan fasilitas pendidikan agama akibat banyaknya dayah dan balai pengajian yang rusak parah, termasuk Alquran dan kitab-kitab yang hancur terendam banjir.
“Selain kebutuhan jasmani, masyarakat juga sangat membutuhkan makanan ruhani. Jangan sampai musibah banjir ini menghambat anak-anak kita untuk terus belajar agama dan mengaji seperti biasa,” ujar Tgk Jamaluddin.
Menurutnya, aktivitas pengajian di camp-camp pengungsian harus segera diaktifkan kembali, khususnya bagi anak-anak agar mereka tidak kehilangan arah. Pengajian dapat dipusatkan di satu titik, seperti di meunasah atau masjid tempat para pengungsi berkumpul.
“Di sana mereka sangat membutuhkan Alquran, kitab, serta perlengkapan ibadah seperti sarung, sajadah, dan mukena,” tambahnya.
Lebih lanjut, Tgk Jamaluddin mengingatkan bahwa pascabencana banjir bandang dan longsor, trauma berat menjadi ancaman nyata bagi para korban. Kondisi ini dapat menghambat mereka untuk bangkit kembali jika tidak diimbangi dengan pendidikan spiritual secara langsung.
“Pendidikan spiritual sangat penting agar masyarakat tidak larut dalam kesedihan, sekaligus menutup ruang masuknya ajaran sesat dan pendangkalan akidah. Ini harus menjadi perhatian serius bagi kita semua,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa kehilangan harta akibat bencana jangan sampai diikuti dengan hilangnya iman dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Selama kita tidak kehilangan kasih sayang Allah, maka sejatinya kita tidak kehilangan apa pun,” ujarnya.
Tgk Jamaluddin menutup dengan mengajak seluruh elemen masyarakat dan para donatur untuk turut berpartisipasi menyumbangkan Alquran serta perlengkapan ibadah bagi para pengungsi. Ia mengingatkan bahwa hampir sebulan penuh anak-anak di lokasi terdampak tidak mendapatkan pengajian secara normal.
“Jangan sampai timbul musibah baru yang lebih besar. Mari kita aktifkan kembali pengajian di tempat pengungsian dan bantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” pungkasnya.







