NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman di Komplek Pardede, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Selasa (5/4/2026) sekitar pukul 12.00 WIB. Puluhan rumah berkonstruksi papan dan semi permanen dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa tersebut.
Hingga pukul 15.30 WIB, petugas masih melakukan proses pendinginan. Asap tebal terlihat masih mengepul dari sejumlah titik bangunan yang terdampak kebakaran.
Proses pemadaman melibatkan tim pemadam kebakaran Pemerintah Kota Lhokseumawe, serta bantuan dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Perta Arun Gas (PAG), PMI dan personel Brimob. Warga sekitar juga ikut membantu dengan peralatan seadanya, seperti ember dan timba dari sumur.
Sejumlah warga bahkan memanfaatkan air laut menggunakan pompa karena lokasi kebakaran berada di kawasan pesisir.
Sekretaris Daerah Kota Lhokseumawe, A. Haris, mengatakan jumlah pasti rumah yang terbakar masih dalam tahap pendataan. Namun, berdasarkan estimasi awal, terdapat sekitar 25 hingga 35 unit rumah terdampak dengan jumlah warga mencapai kurang lebih 200 jiwa.
“Data sementara masih kami himpun. Diperkirakan 25 sampai 35 rumah terbakar dan sekitar 200 jiwa terdampak,” ujar A. Haris di lokasi kejadian.
Ia juga mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam proses pemadaman, termasuk Polres Lhokseumawe, Brimob Jeulikat, RAPI, serta tim pemadam dari sejumlah instansi.
Berdasarkan informasi awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik. Kondisi angin kencang di kawasan pesisir serta material bangunan yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat menyebar ke rumah-rumah di sekitarnya.
Pemerintah Kota Lhokseumawe, lanjut A. Haris, akan segera menyiapkan penanganan darurat bagi korban, termasuk pendirian tenda pengungsian serta penyaluran bantuan masa panik berupa kebutuhan pangan dan sandang.
Sementara itu, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Dr. Ahzan, SH, SIK, MSM, menyampaikan bahwa pihaknya turut mengerahkan satu unit water canon serta bantuan mobil tangki air dan dari Brimob juga mengerahkan satu unit water canon untuk mendukung proses pemadaman.
“Kendala utama di lapangan adalah akses jalan yang sempit dan kondisi permukiman yang padat, sehingga mobil pemadam tidak dapat menjangkau langsung titik api. Petugas harus menyambung selang, yang berdampak pada tekanan air,” jelasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa. Namun, sejumlah warga dilaporkan mengalami luka-luka dan masih dalam proses pendataan oleh petugas.







