Search

4 Juni 2026

Diduga Terjadi Ledakan di Area Gas Booster Compressor Matangkuli, Perusahaan Lakukan Investigasi Penyebab Insiden

Redaksi

Inside ledakan disertai kebakaran dilaporkan terjadi di area proyek Gas Booster Compressor (GBC) Cluster IV Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

NEWSRBACEH I ACEH UTARA – Inside ledakan disertai kebakaran dilaporkan terjadi di area proyek Gas Booster Compressor (GBC) Cluster IV Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/2026) sekitar pukul 11.00 WIB.

Berdasarkan informasi yang beredar di lokasi, suara ledakan terdengar dari area GBC sebelum muncul laporan adanya kebakaran. Pasca kejadian, tiga unit fasilitas disebut telah dilakukan manual shutdown sebagai langkah pengamanan untuk mencegah risiko yang lebih besar.

PGE Klarifikasi Insiden di Proyek Gas Booster Compressor Matangkuli, Tidak Ada Korban

Insiden yang sempat menghebohkan kawasan proyek Gas Booster Compressor (GBC) Cluster IV Matangkuli, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (4/6/2026), mendapat klarifikasi resmi dari PT Pema Global Energi (PGE).

personel ERT PGE menghidupkan pompa fire hydrant untuk melanjutkan pendinginan area kebakaran

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang beredar di sekitar lokasi, terdengar suara yang diduga ledakan dari area proyek GBC sekitar pukul 11.00 WIB, sebelum muncul laporan adanya kebakaran. Pasca kejadian, sejumlah fasilitas disebut dilakukan manual shutdown sebagai langkah pengamanan guna mencegah risiko yang lebih besar.

Menanggapi informasi tersebut, Act Relations Manager PGE, Willya Retnosari, menjelaskan bahwa kejadian yang terjadi sekitar pukul 10.59 WIB berupa munculnya api pada salah satu unit mesin kompresor di dalam area Cluster IV.

Menurutnya, petugas di lapangan segera melakukan penanganan darurat sehingga api tidak meluas dan dapat dikendalikan dalam waktu singkat.

“Waktu kejadian, operator kompresor dengan sigap langsung melakukan emergency shutdown dan menutup valve isolasi. Selanjutnya personel Emergency Response Team (ERT) PGE melakukan pemadaman, dan api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari lima menit setelah kejadian,” ujar Willya.

Setelah proses pemadaman, tim ERT melanjutkan pendinginan area terdampak menggunakan sistem fire hydrant guna memastikan kondisi benar-benar aman.

PGE menegaskan tidak terdapat korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Selain itu, kondisi fasilitas saat ini telah tertangani dengan baik dan berada dalam pengawasan tim teknis perusahaan.

Terkait informasi yang menyebutkan adanya ledakan, Willya mengatakan pihak perusahaan masih melakukan penelusuran dan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kejadian.

“Saat ini kondisi telah tertangani dengan baik, dan kami sedang mencari penyebab kejadian tersebut,” katanya.

PGE juga mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil investigasi resmi dan tidak berspekulasi mengenai penyebab insiden sebelum adanya hasil pemeriksaan serta verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Perusahaan memastikan aspek keselamatan kerja dan keamanan fasilitas menjadi prioritas utama dalam penanganan kejadian tersebut.

Proyek Gas Booster Compressor di Cluster IV Matangkuli merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas penyaluran gas yang dikerjakan PT Wira Cipta Perkasa (WCP) sebagai kontraktor utama untuk PT Pema Global Energi.

Pada 2025, WCP ditunjuk sebagai kontraktor utama proyek penyediaan Gas Booster Compressor yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas penyaluran gas dari Lapangan Arun dan South Lhok Sukon (SLS) melalui penambahan dua unit kompresor berkapasitas masing-masing 15 MMSCFD. Tahap commissioning proyek tersebut ditargetkan berlangsung pada 2026.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti apakah insiden yang terjadi berkaitan dengan proses commissioning, pengujian fasilitas, atau aktivitas operasional lainnya. Sejumlah pihak masih menunggu hasil investigasi resmi dari PGE, kontraktor pelaksana, maupun instansi terkait mengenai penyebab kejadian, tingkat kerusakan fasilitas, serta dampak yang ditimbulkan.