NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – PS Bank Indonesia Lhokseumawe tampil bak mesin gol saat membungkam tuan rumah Jurnalis Pase Football Club (JPFC) dengan skor telak 6-0 pada semifinal Liga Eksekutif JPFC VIII di Stadion Tunas Bangsa, Lhokseumawe, Jumat (10/7/2026) sore.
Kemenangan meyakinkan itu menjadi “deposit” berharga yang mengantarkan PS Bank Indonesia memastikan satu tiket menuju partai final.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, PS Bank Indonesia langsung mengambil alih kendali permainan. Serangan demi serangan terus dilancarkan hingga memaksa lini belakang JPFC bekerja keras meredam tekanan.
JPFC sebenarnya berupaya keluar dari tekanan melalui permainan umpan-umpan pendek dan kerja sama antarlini. Namun, rapatnya pertahanan PS Bank Indonesia membuat setiap usaha tuan rumah selalu kandas sebelum membahayakan gawang Riski Setyawan.
Peluang pertama hadir melalui aksi Khadafi yang mengenakan nomor punggung 16. Ia menggiring bola dari lini tengah hingga mendekati kotak penalti sebelum melepaskan tembakan yang masih melebar tipis di sisi kanan gawang JPFC yang dijaga Bukhari.
PS Bank Indonesia kemudian mendapat kesempatan emas pada menit ke-13 setelah Khadafi dijatuhkan oleh Muzakir di dalam kotak penalti. Namun, eksekusi Budi Piranha berhasil ditebak dengan sempurna oleh Bukhari yang melakukan penyelamatan gemilang sehingga skor tetap imbang tanpa gol.
Gagal memanfaatkan penalti tidak membuat tim berjuluk bankir itu kehilangan ritme permainan. Lima menit kemudian, Khadafi akhirnya memecah kebuntuan lewat tendangan bebas keras dari luar kotak penalti yang meluncur mulus ke gawang JPFC. Gol indah tersebut membawa PS Bank Indonesia unggul 1-0.
Keunggulan itu semakin memperbesar kepercayaan diri PS Bank Indonesia. Pada menit ke-23, Maulizul Akbar memanfaatkan kesalahan lini belakang JPFC untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0, meski Bukhari telah berusaha keluar dari sarangnya untuk menghalau bola.
Khadafi kembali menunjukkan ketajamannya empat menit berselang. Penyerang lincah itu mencetak gol keduanya pada menit ke-27 sekaligus membawa PS Bank Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 3-0.
Memasuki babak kedua, JPFC mencoba bangkit. Rafsan sempat mengancam melalui tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola masih melambung di atas mistar gawang. Tak lama kemudian, kerja sama Azis Abdi dan Rafsan kembali menghasilkan peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhirnya masih mampu diamankan Riski Setyawan.
Saat JPFC mulai berani keluar menyerang, PS Bank Indonesia justru semakin efektif memanfaatkan setiap celah. Khadafi kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-37 untuk melengkapi hattrick sekaligus membawa timnya unggul 4-0.
Dominasi PS Bank Indonesia terus berlanjut. Budi Piranha akhirnya menebus kegagalannya dari titik putih dengan mencetak gol kelima pada menit ke-48. Sembilan menit kemudian, PS Bank Indonesia kembali menambah satu gol pada menit ke-57 untuk mengunci kemenangan telak 6-0.
Hingga wasit Hery meniup peluit panjang, skor tidak berubah. Laga berlangsung dalam tensi tinggi namun tetap sportif dengan total tiga kartu kuning yang dikeluarkan wasit, masing-masing dua untuk pemain JPFC dan satu untuk PS Bank Indonesia.
Kemenangan besar tersebut memastikan PS Bank Indonesia melangkah ke partai final Liga Eksekutif JPFC VIII.
Sementara itu, satu tiket final lainnya akan diperebutkan pada semifinal kedua yang berlangsung Sabtu (11/7/2026), mempertemukan PS Pemkab Aceh Utara menghadapi Koperasi Keuramat Jaya Energy (KJE) FC. Duel tersebut diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama mengincar satu tempat di partai puncak sekaligus peluang meraih gelar juara Liga Eksekutif JPFC VIII.







