Search

1 Desember 2025

Aceh Utara Tetapkan Status Tanggap Darurat, 46.830 Jiwa Terdampak dan 44.350 Mengungsi

admin

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Nomor 360/851/2025 yang ditandatangani Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, MM,

NEWSRBACEH I ACEH UTARA –Pemerintah Kabupaten Aceh Utara resmi menetapkan status tanggap darurat bencana banjir menyusul meluasnya genangan yang melumpuhkan hampir seluruh wilayah kabupaten.

Keputusan tersebut tertuang dalam surat Nomor 360/851/2025 yang ditandatangani Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil, MM, dan berlaku selama 14 hari, mulai 25 November hingga 8 Desember 2025.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, Muntasir Ramli mengatakan, Penetapan status tanggap darurat dilakukan setelah hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai, seperti Krueng Pase, Krueng Keureuto, Krueng Peutou, Krueng Pirak, Krueng Ajo, Krueng Sawang, Krueng Jambo Aye, dan Krueng Nisam.

Kondisi tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur, terendamnya pemukiman warga, lahan pertanian, tambak, dan kebun. Situasi juga diperparah padamnya jaringan internet di berbagai lokasi sehingga menghambat proses evakuasi dan distribusi logistik ke titik pengungsian.

19 Kecamatan Terdampak

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara per Rabu, 26 November 2025 pukul 10.30 WIB, banjir telah merendam 19 kecamatanmeliputi Tanah Jambo Aye (22 desa), Seuneddon (20), Baktiya (40), Muara Batu (10), Langkahan (8), Syamtalira Aron (14), Samudera (7), Baktiya Barat (6), Lapang (11), Dewantara (16), Matangkuli (4), Bandar Baro (1), Lhoksukon (28), Pirak Timu (19), Sawang (5), Nibong (10), Tanah Luas (1), Murah Mulia (9), dan Kuta Makmur (7).

Selanjutnya 46 Ribu Lebih Warga Terdampak, BPBD melaporkan jumlah korban terdampak mencapai 46.830 jiwa atau 17.742 kepala keluarga (KK). Sementara itu, sebanyak 44.350 jiwa (14.713 KK) telah mengungsi ke 35 lokasi. Kelompok rentan yang turut terdampak meliputi 64 ibu hamil, 490 balita, 526 lansia, dan 12 penyandang disabilitas.

Dari pendataan kerusakan fasilitas permukiman, terdapat 13 rumah rusak berat, 67 rusak sedang, dan 50 rusak ringan. Banjir juga menenggelamkan 699 hektare sawah dan 571 hektare tambak. Selain itu, tercatat sembilan titik tanggul sungai jebol serta satu jembatan di Krueng Sawang putus.

BPBD Aceh Utara menegaskan kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan evakuasi dan penyelamatan, bahan makanan pokok, logistik masa darurat, serta alat berat untuk normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur yang rusak.