Search

26 Agustus 2026

47 Gampong di Lhokseumawe Ikuti Pilchikgam Serentak, Deklarasi Damai Digelar Besok

Redaksi

kantor wali kota lhokseumawe

NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE — Sebanyak 47 gampong dari total 68 gampong yang tersebar di empat kecamatan dalam wilayah Kota Lhokseumawe akan mengikuti Pemilihan Keuchik Gampong (Pilchikgam) serentak Tahun 2026.

Ratusan calon keuchik (Calchik) dipastikan akan terlibat dalam kontestasi tersebut. Sebelum memasuki tahapan penting pemilihan, Pemerintah Kota Lhokseumawe akan menggelar Deklarasi Damai Pemilihan Keuchik Serentak Tahap II.

Berdasarkan surat Sekretariat Daerah Kota Lhokseumawe tertanggal 24 Agustus 2026, deklarasi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 27 Agustus 2026 Pukul: 08.00 WIB hingga selesai di Halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe dengan Agenda Deklarasi Damai Pemilihan Keuchik Serentak Tahap II dalam wilayah Kota Lhokseumawe Tahun 2026.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Lhokseumawe, A. Haris, mengatakan deklarasi damai menjadi momentum penting untuk menyatukan komitmen seluruh peserta dan penyelenggara agar setiap tahapan pemilihan berlangsung secara aman dan demokratis.

Menurutnya, perbedaan pilihan dalam Pilchikgam merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus disikapi secara dewasa. Kontestasi politik di tingkat gampong diharapkan tidak sampai memutus hubungan persaudaraan maupun mengganggu keharmonisan masyarakat.

“Deklarasi damai ini menjadi momentum untuk menyatukan komitmen seluruh peserta dan penyelenggara agar seluruh tahapan Pilchikgam berjalan aman, tertib dan demokratis, serta tetap menjaga persaudaraan di tengah masyarakat,” ujar A. Haris.

Pilchikgam serentak tersebut akan menjadi ruang bagi masyarakat di 47 gampong untuk menentukan pemimpin gampong secara langsung sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Besarnya jumlah calon yang ikut bertarung membuat potensi persaingan di tingkat gampong diperkirakan cukup dinamis. Karena itu, seluruh calon keuchik dan pendukungnya diharapkan mampu menjaga etika dalam berkompetisi serta tidak menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber konflik.

Pemerintah Kota Lhokseumawe juga diharapkan memastikan seluruh tahapan pemilihan berjalan transparan, adil dan sesuai aturan, sehingga hasil Pilchikgam benar-benar mencerminkan pilihan masyarakat.

Pada akhirnya, Pilchikgam bukan sekadar soal siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari itu, pemilihan ini menjadi ujian kedewasaan demokrasi masyarakat gampong.