Search

25 Februari 2026

Tinjau Bendung Pante Lhong, Menteri Dody Pastikan Air Irigasi Mengalir ke Sawah Setelah Ramadan

admin

NEWSRBACEH I BIREUEN – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi Bendung Pante Lhong di Kabupaten Bireuen, Aceh, Selasa (24/02), untuk memastikan percepatan penanganan kerusakan pascabanjir serta pemulihan layanan irigasi bagi kawasan persawahan masyarakat.

Peninjauan dilakukan bersama Bupati Bireuen Mukhlis dan jajaran Kementerian PU sebagai bagian dari upaya memastikan air irigasi segera kembali mengalir ke lahan pertanian sehingga petani tidak kehilangan musim tanam.

Menteri Dody menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan air dari Bendung Pante Lhong dapat segera masuk ke sawah-sawah yang masih produktif. Untuk penanganan tanggap darurat, Kementerian PU melakukan pembangunan coverdam, normalisasi aliran, serta pembersihan sedimen pada intake dan jaringan irigasi.

“Saat ini masih dalam tahap tanggap darurat, Kementerian PU masih menyiapkan coverdam dan lain-lain. Namun yang utama adalah sebetulnya bagaimana air yang ada di bendung ini bisa segera masuk sampai ke sawah yang di belakang. Alhamdulillah intake-nya Bendung sudah selesai, mudah-mudahan air segera mengalir sehingga petani bisa mulai tanam setelah Ramadan,” ujar Menteri Dody.

Bendung Pante Lhong merupakan sumber utama air untuk Daerah Irigasi (D.I.) Pante Lhong seluas 6.562 hektare. Pascabanjir, peningkatan sedimentasi menimbun kantong lumpur dan mengganggu operasional pintu pembilas, serta menyebabkan kerusakan tanggul dan lining saluran irigasi. Debit Sungai Krueng Peusangan yang meningkat juga memicu overtopping sehingga terjadi erosi tebing dan pelebaran penampang sungai dari sekitar 120 meter menjadi 180 meter.

Selain penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan penguatan permanen tanggul kanan dan kiri sungai untuk mencegah kerusakan berulang saat terjadi banjir. Penguatan direncanakan sepanjang kurang lebih 20 km dan dilaksanakan secara bertahap dengan skema multiyears.

“Kita harus perkuat sisi kanan-kirinya supaya pada saat terjadi banjir lagi, tidak sampai menghantam dan melebarkan sungai. Kalau sungai melebar, irigasi rusak, pompa rusak, dan infrastruktur lainnya ikut terdampak. Jadi kita upayakan membangun tanggul permanen. Untuk saat ini memang masih tanggap darurat, setelah itu langsung kita mulai penanganan tanggul sepanjang kurang lebih 20 km jadi mungkin harus multiyears, tetapi penanganan daruratnya kita selesaikan secepatnya,” tegasnya.

Bupati Bireun Mukhlis menyampaikan apresiasi atas percepatan penanganan yang dilakukan pemerintah pusat. Ia menegaskan Bendung Pante Lhong menjadi tumpuan utama petani di Kabupaten Bireun.

“Bendung Pante Lhong ini adalah salah satu harapan masyarakat di Kabupaten Bireuen. Dan memang kita tahu ada beberapa bendung yang rusak di Kabupaten Bireuen sehingga sangat menganggu proses pengaliran air ke sawah. Ada 6 saluran irigasi yang rusak dan lebih dari 2.000 hektare sawah terdampak. Mudah-mudahan dalam bulan puasa ini sudah bisa difungsikan kembali sehingga setelah Lebaran petani bisa segera turun ke sawah,” ujar Mukhlis.

Melalui percepatan penanganan darurat dan penguatan permanen infrastruktur sumber daya air, Kementerian PU optimistis Bendung Pante Lhong dapat kembali berfungsi optimal dalam mendukung produktivitas pertanian hingga dua sampai tiga kali tanam per tahun serta memperkuat ketahanan pangan masyarakat.(*)