Search

4 Februari 2026

Tamora Nusantara Aceh: Wujud Kepedulian terhadap Pembinaan Moral di Lhokseumawe

admin

Tamora Nusantara Aceh: Wujud Kepedulian terhadap Pembinaan Moral di Lhokseumawe

NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Yayasan Tarbiyah Moral dan Akhlak (Tamora) kembali menunjukkan komitmennya dalam membina moral dan akhlak masyarakat.

Melalui program sosialnya, Sekolah Rakyat Tamora Nusantara Aceh menyerahkan bantuan beras untuk para santri yang sedang menjalani pembinaan di Balai Rehabilitasi Moral dan Akhlak (Berakhlak MHM-TIMS), yang berlokasi di kompleks Wisata Berakhlak Goa Jepang, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, Jumat sore (31/10/2025).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari perhatian moral dan sosial Yayasan Tamora terhadap para santri Dayah Rakyat Tamora mereka yang berasal dari beragam latar belakang, seperti mantan pelaku kriminal, gelandangan, hingga mantan pengguna narkoba yang kini berproses memperbaiki diri.

Ketua Pembina Yayasan Tamora, Heri Maulana, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian berbagai pihak, termasuk dukungan moral dari Kapolres Lhokseumawe yang turut menyambangi lokasi dan memberikan perhatian langsung kepada para santri.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Lhokseumawe yang telah meluangkan waktu untuk menyambangi Dayah Rakyat Tamora dan memberikan dukungan kepada para santri. Ini bentuk nyata kepedulian aparat terhadap pembinaan moral masyarakat,” ujar Heri.

Heri menuturkan, saat ini terdapat sekitar 100 santri yang menjalani program pembinaan di Dayah Tamora, termasuk tiga santri perempuan. Mereka dibina melalui pendekatan pendidikan moral, pelatihan kemandirian, dan pengasuhan intensif agar dapat kembali ke masyarakat dengan karakter yang lebih baik.

“Program Dayah Rakyat ini kami rancang untuk membimbing individu dari berbagai usia, mulai anak-anak hingga dewasa berusia 80 tahun. Kami ingin membentuk pribadi yang berakhlak, mandiri, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat,” jelasnya.

Selain fokus pada pembinaan spiritual dan moral, Tamora juga berperan aktif dalam mendukung pemerintah daerah membina masyarakat marginal agar hidup lebih bermartabat dan produktif.

“Harapan kami, para santri tidak lagi kembali mengemis, tetapi mampu mencari nafkah secara halal dan terhormat,” tambah Heri.

Langkah nyata Tamora ini tidak hanya mencerminkan kepedulian sosial, tetapi juga memperkuat peran lembaga pendidikan dan keagamaan dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia di Kota Lhokseumawe.