Search

1 Agustus 2026

Rokok vs Vape, Mana Lebih Aman? Ini Penjelasan Ketua IDI Aceh Utara soal Risiko bagi Paru-Paru

Redaksi

dr. Ikhsan, M.Ked (Paru), Sp.P,

NEWSRBACEH I ACEH UTARA — Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Utara, dr. Ikhsan, M.Ked (Paru), Sp.P, mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan paru-paru dengan menghentikan kebiasaan merokok dan menghindari penggunaan rokok elektronik atau vape.

Menurut dr. Ikhsan, rokok maupun vape sama-sama memiliki risiko terhadap kesehatan paru-paru. Ia menilai anggapan bahwa vape sepenuhnya lebih aman dibandingkan rokok konvensional perlu diluruskan.

“Baik rokok maupun vape sama-sama mengandung nikotin yang dapat menyebabkan ketergantungan,” ujar dr. Ikhsan.

Ia menjelaskan, paru-paru merupakan salah satu organ vital yang bekerja tanpa henti untuk memasok oksigen ke seluruh tubuh. Karena itu, menjaga kesehatan paru-paru menjadi bagian penting dalam mempertahankan kebugaran dan kualitas hidup.

Selain nikotin, paparan berbagai zat kimia dari produk tembakau maupun rokok elektronik berpotensi menimbulkan gangguan pada sistem pernapasan. Dalam jangka panjang, gangguan tersebut dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan paru, termasuk penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan kanker paru.

Dr. Ikhsan yang juga merupakan Dokter Spesialis Paru di RSUD Cut Meutia menyebutkan, menjaga kesehatan paru-paru dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Masyarakat, kata dia, dapat menjaga paru-paru dengan tidak merokok, menghindari paparan asap rokok, tidak menggunakan vape, rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta menggunakan masker ketika berada di lingkungan yang berdebu atau memiliki tingkat polusi tinggi.

“Berhenti merokok hari ini adalah hadiah terbaik untuk paru-paru Anda dan keluarga yang Anda cintai. Paru-paru yang sehat membuat napas lebih lega, tubuh lebih bugar, dan kualitas hidup menjadi lebih baik,” pesannya.

Ia berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan paru-paru semakin meningkat, terutama dengan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.

Menurutnya, upaya pencegahan melalui perubahan kebiasaan sehari-hari merupakan langkah penting untuk mengurangi risiko berbagai penyakit yang dapat mengganggu fungsi paru-paru dan menurunkan kualitas hidup.