NEWSRBACEH I ACEH UTARA — Peringatan Haul ke-751 Sultan Al-Malik Ash-Shalih berlangsung penuh khidmat di sejumlah wilayah di Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan yang digelar sejak 5 hingga 13 Maret 2026 tersebut tidak hanya menjadi momentum mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan aksi kepedulian bagi masyarakat yang terdampak banjir.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Center for Information of Sumatra Pasai Heritage (CISAH) bersama Halaqah Mukhlisin Malaysia, para donatur Perumahan Bogor Asri, Ummi Hana, Abu Hasan, Forum Komunikasi Masyarakat Geuredong Pase, Komunitas Trader Aceh, serta sejumlah penggiat sejarah dan budaya Aceh lainnya.
Dengan mengusung tema “Bantuan untuk Korban Banjir Aceh Utara”, rangkaian kegiatan difokuskan pada penyaluran bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak banjir di beberapa kecamatan, termasuk Kecamatan Langkahan.
Ketua CISAH, Abd. Hamid, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh relawan serta para dermawan dari Aceh, luar Aceh, hingga mancanegara yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, momentum Ramadhan menjadi pengingat penting tentang nilai kepedulian dan kebersamaan dalam membantu sesama yang sedang mengalami musibah.
“Bagi masyarakat Aceh, nama Sultan Al-Malik Ash-Shalih bukan sekadar kisah dalam lembar sejarah,” ujar Abd. Hamid yang akrab disapa Abel Pasai. “Beliau merupakan simbol awal cahaya Islam di Asia Tenggara, sosok yang menanamkan nilai keimanan, keadilan, serta kepedulian terhadap umat.”
Ia menambahkan, peringatan haul ini tidak hanya bertujuan mengenang tokoh sejarah, tetapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan oleh sang Sultan.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para relawan juga menggelar doa bersama, tausiah, serta pemaparan sejarah mengenai sosok Sultan Al-Malik Ash-Shalih yang disampaikan oleh peneliti CISAH, Sukarna Putra. Selain itu, santunan turut diberikan kepada puluhan anak yatim di sekitar kawasan makam Sultan.
Puncak kegiatan dilaksanakan pada 13 Maret 2026 dengan penyaluran bantuan lanjutan kepada masyarakat korban banjir di sejumlah kecamatan lainnya di Aceh Utara.
Suasana haru terasa ketika bantuan diserahkan kepada warga yang terdampak bencana. Bagi banyak pihak yang hadir, kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa warisan nilai-nilai yang ditanamkan Sultan Al-Malik Ash-Shalih masih hidup hingga kini tidak hanya dalam catatan sejarah, tetapi juga melalui aksi nyata kepedulian terhadap sesama.
Dari tanah Pasai yang sarat sejarah, pesan kemanusiaan kembali digaungkan: bahwa peradaban besar tidak hanya dibangun oleh kejayaan masa lalu, tetapi juga oleh hati yang penuh empati serta semangat berbagi kepada mereka yang membutuhkan.







