LHOKSEUMAWE | NEWSRBACEH — Jenazah Muhammad Rasya Fadilla (18), taruna Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Malahayati Aceh, dimakamkan di Tempat Pemakaman Keluarga Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Senin (28/9/2026).
Kapolsek Muara Dua, Ipda Syukrullah, S.E., mengatakan jenazah Rasya tiba di Meunasah Mee Kandang, Kecamatan Muara Dua, sekitar pukul 04.00 WIB, Senin (28/9).
“Pada hari ini Senin pukul 09.00 WIB dimakamkan di pemakaman keluarga yang bertempat di Dusun Beurandeh, Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe. Situasi berjalan aman dan terkendali,” kata Syukrullah.
Seperti dikethui, Rasya merupakan taruna Program Diploma III (D-III) Studi Nautika asal Lhokseumawe, meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh pada Minggu (27/9/2026).
Sebelum dirujuk ke RSUDZA, Rasya sempat mengalami demam tinggi dan nyeri tenggorokan. Kondisinya kemudian disertai munculnya ruam kemerahan di tubuh.
Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan polisi telah melakukan penyelidikan awal dengan mendatangi lingkungan Poltekpel Malahayati Aceh dan RSUDZA.
Menurut keterangan awal, Rasya menjalani perawatan di Poliklinik Poltekpel sebelum dirujuk ke RSUDZA. Saat diperiksa pada Sabtu (26/9), suhu tubuhnya mencapai 39,7 derajat Celsius. Rasya kemudian dirujuk ke RSUDZA pada Minggu sekitar pukul 12.13 WIB dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 16.14 WIB.
Polisi menyebut penyebab pasti kematian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan forensik. Jenazah telah menjalani pemeriksaan luar melalui visum et repertum dan CT scan.
Sementara autopsi tidak dilakukan karena keluarga tidak memberikan izin. Hingga Senin (28/9), hasil pemeriksaan tersebut masih ditunggu.
Polisi juga melanjutkan penyelidikan dengan meminta keterangan dari pihak Poltekpel Malahayati dan saksi-saksi terkait kondisi korban sebelum meninggal dunia.







