NEWSRBACEH I ACEH TAMIANG — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau Hunian Sementara (Huntara) Tamiang 2 di Kabupaten Aceh Tamiang, Rabu (25/2). Kunjungan tersebut dirangkai dengan kegiatan sahur bersama warga, salat Subuh berjamaah, serta penyerahan bantuan bahan pokok kepada penghuni.
Dalam keterangannya, Menteri Dody menyebutkan saat ini telah terbangun 13 blok huntara di lokasi tersebut. Sebanyak tujuh blok tambahan masih dalam tahap pembangunan sehingga total direncanakan menjadi 20 blok.
Selain itu, terdapat empat titik tambahan yang diusulkan pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk segera dikerjakan.
“Memang ada masyarakat yang masih di tenda dan meminta percepatan. Kita upayakan penyelesaiannya sebelum Lebaran,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, secara keseluruhan Kementerian PU telah membangun 102 blok huntara di Provinsi Aceh yang mampu menampung sekitar 1.204 kepala keluarga (KK). Jumlah tersebut masih dapat bertambah sesuai kebutuhan dan usulan pemerintah daerah melalui koordinasi dengan BNPB.
Terkait penetapan penghuni huntara, Dody menegaskan hal itu merupakan kewenangan pemerintah daerah. Kementerian PU, kata dia, bertanggung jawab pada pembangunan fisik hunian beserta fasilitas pendukung seperti jaringan air dan listrik.
“Kementerian PU bertugas membangun rumah hunian dan fasilitasnya, termasuk air dan sambungan listrik. Untuk kebijakan penghuni menjadi kewenangan pemerintah daerah,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa penempatan pengungsi ke hunian sementara dilakukan secara bertahap sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selain pembangunan hunian, Kementerian PU saat ini melakukan peningkatan kapasitas Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Karangbaru. Proyek tersebut mencakup pembangunan instalasi pengolahan air (IPA) berkapasitas 2 x 50 liter per detik yang ditargetkan selesai dalam dua hingga tiga bulan.
“Jika selesai, suplai air bersih akan dialirkan ke Huntara Tamiang 2 dan beberapa lokasi lain, termasuk rumah sakit,” kata Dody.
Sementara itu, perwakilan penghuni Huntara Tamiang 2, Indra Saputra, menyampaikan apresiasi atas percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, ia berharap kualitas air bersih dan pengangkutan sampah dapat lebih ditingkatkan.
“Kami sudah tinggal sekitar dua minggu dan cukup nyaman. Namun masih ada kendala air dan kebersihan. Kami berharap suplai air lebih bersih dan sampah rutin diangkut,” ujarnya.
Pemerintah menyatakan percepatan pembangunan hunian sementara dan penguatan layanan dasar dilakukan agar masyarakat terdampak dapat menjalani aktivitas, termasuk ibadah Ramadan, dengan lebih baik sambil menunggu proses rehabilitasi dan rekonstruksi hunian tetap.







