Search

4 Februari 2026

Kementerian PU Targetkan Pengungsi Aceh Keluar Tenda Sebelum Ramadan

Redaksi

Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo. Foto: Sindonews

NEWSRBACEH I JAKARATA- Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menargetkan warga yang terdampak bencana di tiga provinsi Sumatera sudah keluar tenda pengungsian sebelum Ramadan.

“Jadi kita semua bekerja keras agar pada saat Ramadan itu, kalau bisa nol, nol di tenda, sudah nol di tenda,” kata Dody saat menggelar konferensi pers pada di Kementerian PU, Jumat (17/1/2026), Sperti dilansir suara.com.

Dody tak ingin masyarakat yang terdampak bencana melaksanakan ibadah dalam keterbatasan di tenda pengungsian. Apalagi ibadah puasa pada  Ramadan hanya berlangsung satu kali dalam setahun.

“Karena kami juga ingin sekali pada saat melaksanakan kewajiban di bulan suci Ramadan, yang hanya setahun sekali, itu bisa maksimal,” ujarnya.

Untuk itu,  pemerintah saat ini tengah mengebut pengerjaan rumah hunian bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.

“Makanya kemudian, saya benar-benar dorong nih, rumah hunian itu harus segera, secepat-cepatnya diselesaikan,” ujar Dody.

“Sesuai arahan Presiden Prabowo, kami di Kementerian PU dibawah bimbingan Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca Bencana Alam, bersama dengan BNPB, Pemerintah Provinsi, Pemda, Danantara, TNI, Polri dan seluruh lembaga masyarakat mengusahakan terus penyelesaian pembangunan Rumah Hunian  bisa dilakukan secepatnya.

“ Untuk hunian yang dibangun oleh Kementerian PU, ditargetkan selesai sebelum memasuki bulan puasa, sehingga insyaAllah dapat segera ditempati oleh warga.” Tambah Dody.

Di samping itu, Dody pun menyampaikan permintaan maaf, jika ada keluhan dari masyarakat yang menilai Kementerian Pekerjaan Umum lamban dalam proses pemulihan bencana di Sumatera.

“Sekali lagi saya mau mohon maaf, tapi benar, Bapak-Ibu sekalian, enggak ada niatan sama sekali untuk berlama-lama,” ujarnya.

Berdasarkan data Posko Tanggap Darurat Bencana Aceh pada 14 Januari, sebanyak 155.193 jiwa atau 49.800 kepala keluarga (KK) masih bertahan di  pengungsian. Para pengungsi tersebar di 988 titik.

Tercatat pada peristiwa banjir dan longsor pada akhir November 2025 lalu, 148.819 unit rumah dilaporkan terdampak, dengan rincian 64.740 unit rusak ringan, 40.114 unit rusak sedang, serta 29.755 unit rusak berat, dan 1.942 unit hilang. (Adv)