Search

4 Februari 2026

FIIKes UNAYA Bersama UNAYA Peduli Turun Langsung Bantu Pemulihan Korban Banjir Aceh Utara

Redaksi

FIIKes UNAYA Bersama UNAYA Peduli Turun Langsung Bantu Pemulihan Korban Banjir Aceh Utara

NEWSRBACEH I ACEH UTARA – Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan (FIIKes) Universitas Abulyatama (UNAYA) bersama UNAYA Peduli menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban banjir di Kabupaten Aceh Utara. Tak lama setelah bencana melanda sejumlah kecamatan, tim kemanusiaan UNAYA langsung turun ke lokasi terdampak untuk membantu pemulihan kesehatan dan kebutuhan dasar masyarakat.

Kegiatan ini dipimpin oleh Dekan FIIKes UNAYA bersama Ketua BEM FIIKes UNAYA, serta didampingi oleh perwakilan Dinas Kesehatan Aceh Utara. Sebanyak 41 orang yang terdiri dari unsur pimpinan, dosen, dan mahasiswa terlibat dalam aksi kemanusiaan ini. Mereka harus menembus jalanan yang tergenang air dan dipenuhi puing-puing demi menjangkau warga terdampak. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan selama satu minggu.

Ketua BEM FIIKes UNAYA, Mirja, mengungkapkan bahwa kondisi kesehatan masyarakat pascabanjir cukup memprihatinkan. “Kami melihat adanya kekurangan obat yang cukup besar, terutama untuk penyakit umum seperti flu, batuk, serta penyakit kulit akibat genangan air dan lumpur. Hal ini menjadi alasan utama kami segera membuka posko kesehatan agar masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen dalam pemerataan layanan kesehatan, FIIKes UNAYA mendirikan Posko Kesehatan UNAYA Peduli di lima puskesmas strategis, yaitu Puskesmas Tanah Jambo Aye, Puskesmas Sawang, Puskesmas Lhok Beringin, Puskesmas Baktiya Barat, dan Puskesmas Blang Geuleumpang.

Melalui posko-posko tersebut, tim FIIKes UNAYA melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan, di antaranya pembagian sembako berupa beras, minyak, dan telur serta pakaian layak pakai kepada lebih dari 1.000 keluarga korban banjir. Selain itu, tim juga menyalurkan obat-obatan esensial untuk mengatasi kekurangan stok di puskesmas dan memenuhi kebutuhan warga.

Bantuan khusus turut diberikan kepada pasien rawat inap dan sopir ambulans yang mengalami kesulitan mendapatkan makanan. Tidak hanya itu, tim juga melakukan pembersihan serta perbaikan sementara fasilitas kesehatan agar dapat kembali beroperasi secara optimal. Pelayanan kesehatan primer seperti pemeriksaan umum, pemberian obat, serta bantuan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang rawat inap juga menjadi bagian dari kegiatan ini. Secara simbolis, bantuan turut diserahkan kepada Dinas Kesehatan Aceh Utara guna mendukung koordinasi pemulihan pascabencana.

Dekan FIIKes UNAYA, Dr. Lensony, M.Kes, menegaskan bahwa bantuan tidak berhenti pada kegiatan tanggap darurat saja. Pihaknya menempatkan 10 mahasiswa relawan pascabencana di beberapa puskesmas terdampak hingga 10 Januari 2026. Para relawan tersebut akan membantu pelayanan kesehatan sehari-hari, memantau kondisi kesehatan masyarakat, serta memastikan ketersediaan obat-obatan tetap terjaga.

“Kami tidak hanya datang untuk memberikan bantuan, tetapi juga untuk bangkit bersama masyarakat,” ujar Dr. Lensony.

Melalui kehadiran FIIKes UNAYA dan UNAYA Peduli, diharapkan semangat masyarakat Aceh Utara dapat kembali tumbuh dan proses pemulihan pascabanjir berjalan lebih cepat dan berkelanjutan.