NEWSRBACEH I BANDA ACEH — Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Rizal Syahyadi, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Teknik dari Universitas Syiah Kuala (USK) setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang promosi doktor yang berlangsung di Ruang Teleconference Lantai II Gedung A Sekolah Pascasarjana USK, Selasa (3/3/2026). Dengan capaian ini, Rizal Syahyadi tercatat sebagai lulusan Doktor Ilmu Teknik ke-123 di lingkungan USK.
Dalam sidang tersebut, ia mengangkat disertasi berjudul “Studi Penggunaan Fly Ash Nagan Raya sebagai Pengganti Sebagian Semen dalam Campuran Mortar dan Beton.” Penelitian ini mengkaji secara komprehensif potensi fly ash, limbah hasil pembakaran batubara sebagai bahan pengganti sebagian semen dalam mortar dan beton, melalui karakterisasi menyeluruh terhadap sifat fisik, kimia, serta mekanik material.
Sidang dipimpin oleh Ketua Sidang/Penguji Dr. Mhd. Ikhsan Sulaiman, STP., M.Sc., IPU., ASEAN Eng, dengan Promotor Prof. Dr. Ir. Taufik S, M.Eng., IPU, serta Ko-Promotor Prof. Dr. Ir. Muttaqin, MT dan Prof. Dr. Ir. Ahyar, M.Eng. Turut hadir sebagai penguji bidang konsentrasi Prof. Dr. Eng. Ir. Sugiarto, ST., M.Eng., IPM dan Prof. Dr. Ir. Husni Husin, MT., IPM., ASEAN Eng, serta penguji luar institusi dari Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA), Assoc. Prof. Dr. Ramadhansyah Putra Jaya.
Keberhasilan ini semakin mengukuhkan capaian akademiknya karena ia juga telah mempublikasikan artikel ilmiah pada jurnal internasional bereputasi terindeks Scopus Q1, yakni Civil Engineering Journal, dengan judul “Comprehensive Characterization of Fly Ash as a Sustainable Supplementary Cementitious Material.” Artikel tersebut diterima pada Desember 2025 dan telah terbit pada Vol. 12 No. 2, February 2026. Berdasarkan ketentuan akademik di USK, mahasiswa program doktor yang berhasil mempublikasikan artikel pada jurnal internasional bereputasi Scopus Q1 sebagai penulis pertama dibebaskan dari ujian terbuka dan memperoleh nilai A.
Rizal Syahyadi memulai studi doktoralnya pada tahun 2023 dan menyelesaikannya dalam waktu 2 tahun 8 bulan. Sebelumnya, ia menempuh pendidikan Sarjana Teknik di Universitas Syiah Kuala dan Magister di University of Malaya. Di tengah amanah sebagai Direktur PNL selama dua periode (2019–2023 dan 2023–sekarang), ia tetap menunjukkan konsistensi dalam riset dan publikasi ilmiah. Ia juga telah dua periode menjabat sebagai Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Kota Lhokseumawe.
Secara substantif, penelitian ini memiliki signifikansi strategis yang luas. Industri semen merupakan salah satu penyumbang emisi karbon terbesar di dunia. Upaya substitusi sebagian semen dengan material tambahan yang lebih ramah lingkungan seperti fly ash menjadi langkah konkret dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan (sustainable development).
Pemanfaatan fly ash Nagan Raya tidak hanya berkontribusi pada efisiensi material konstruksi dan pengurangan limbah industri di Aceh, tetapi juga membuka peluang pengembangan standar konstruksi rendah karbon di tingkat nasional bahkan internasional. Temuan ini berpotensi menjadi referensi dalam kebijakan teknik sipil dan praktik industri konstruksi modern yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Dalam konteks kepemimpinan perguruan tinggi vokasi, capaian ini mencerminkan integrasi yang kuat antara kepakaran akademik dan manajemen institusi. Keberhasilan tersebut bukan sekadar prestasi personal, melainkan simbol komitmen bahwa kepemimpinan kampus harus bertumpu pada fondasi keilmuan yang kokoh, produktivitas riset bereputasi global, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, bangsa, dan masyarakat internasional.
Pencapaian sebagai Doktor Ilmu Teknik ke-123 ini diharapkan semakin memperkuat posisi Politeknik Negeri Lhokseumawe sebagai institusi pendidikan vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global, serta menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dalam mengembangkan inovasi yang berdampak luas dan berkelanjutan







