Search

6 April 2026

Mahasiswa Aceh Kutuk Dugaan Kekerasan Aparat, Soroti Insiden Andrie Yunus dan Ani Maryati

Redaksi

Mahasiswa Aceh Kutuk Dugaan Kekerasan Aparat, Soroti Insiden Andrie Yunus dan Ani Maryati

NEWSRBACEH I BANDA ACEH – Mahasiswa Aceh, Misbah Hidayat, menyampaikan kecaman terhadap dugaan tindakan kekerasan yang melibatkan oknum aparat dalam sejumlah peristiwa, termasuk penyiraman terhadap Andrie Yunus serta insiden tertabraknya Ibu Ani Maryati.

Dalam pernyataannya, Minggu (5/4), Misbah menilai kedua peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kejadian yang berdiri sendiri, melainkan perlu dilihat secara komprehensif untuk memastikan ada atau tidaknya pola kekerasan oleh aparat.

Ia juga menyinggung sejumlah kasus sebelumnya, seperti dugaan penghilangan aktivis serta insiden penabrakan pengemudi ojek online oleh aparat saat aksi pada 28 Agustus 2025, yang menurutnya masih menyisakan luka mendalam di tengah masyarakat.

“Kita perlu memastikan setiap dugaan kekerasan ditangani secara serius dan tidak dinormalisasi. Aparat negara seharusnya hadir untuk melindungi, bukan justru melukai warga sipil,” ujar Misbah.

Menurutnya, Aceh memiliki sejarah panjang terkait konflik dan kekerasan yang melibatkan aparat, sehingga setiap insiden serupa berpotensi menghidupkan kembali trauma kolektif masyarakat.

“Berbagai kasus kekerasan, intimidasi saat pengamanan aksi, hingga dugaan penembakan dan pemukulan terhadap warga menjadi catatan yang harus ditangani secara serius agar tidak terus berulang,” katanya.

Misbah mendesak adanya pertanggungjawaban yang jelas serta proses hukum yang transparan melalui mekanisme peradilan umum. Ia juga menekankan pentingnya pemulihan bagi korban dan keluarga.

“Jika dibiarkan, yang tumbuh bukan rasa aman, melainkan ketakutan yang terus diwariskan,” tutupnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai tudingan tersebut.