NEWSRBACEH I ACEH UTARA – Upaya pemulihan pascabencana banjir terus dilakukan oleh Yayasan Geutanyoe bersama Save the Children Indonesia. Salah satu langkah nyata yang diwujudkan adalah pembangunan dan peresmian Child-Friendly Space (Ruang Ramah Anak) di Desa Alue Anoe Timu, Kecamatan Baktiya, Kabupaten Aceh Utara, pada Kamis, 2 Maret 2026.
Ruang ini dihadirkan sebagai tempat yang aman, nyaman, dan suportif bagi anak-anak terdampak banjir. Di tengah situasi yang sempat mengguncang kehidupan mereka, fasilitas ini menjadi titik pemulihan tempat anak-anak dapat kembali bermain, belajar, serta memperoleh dukungan psikososial secara berkelanjutan.
Selain itu, sebagai bagian dari upaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, satu unit tandon air juga disediakan dan ditempatkan di samping ruang tersebut. Kehadiran sarana ini diharapkan dapat memastikan ketersediaan air bersih untuk mendukung aktivitas anak-anak sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat sekitar.
Program ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dukungan psikososial yang telah dilaksanakan sejak Januari dan akan berlangsung hingga April 2026. Kegiatan ini menjangkau empat desa di dua kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, yaitu Desa Matang Serdang dan Desa Matang Seuke Pulot di Kecamatan Tanah Jamboe Aye, serta Desa Alue Anoe Timu dan Desa Alue Anoe Barat di Kecamatan Baktiya.
Fara Sabrina sebagai Fasilitator Psychosocial Support Yayasan Geuntanyoe , menyampaikan bahwa kehadiran ruang ini tidak hanya sebagai fasilitas fisik, tetapi juga sebagai ruang pemulihan emosional bagi anak-anak.
“Tak apa jika anak-anak masih merasa takut atau sedih, itu adalah bagian dari proses. Di tempat ini, mereka boleh tertawa lagi, bermimpi lagi, dan menemukan kembali rasa aman. Pelan-pelan, luka itu akan sembuh, digantikan dengan cerita baru yang lebih kuat dan penuh harapan,” ujarnya.
Geuchik Desa Alue Anoe Timu, Zulkarnaini, turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas dukungan yang diberikan.
“Kami sangat berterima kasih kepada Yayasan Geutanyoe dan Save the Children Indonesia atas kepedulian dan bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat kami. Kehadiran Ruang Ramah Anak ini menjadi harapan baru bagi anak-anak untuk kembali tersenyum, bermain, dan perlahan melupakan trauma yang mereka alami. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga bentuk kepedulian dan kasih sayang yang sangat berarti bagi kami semua,” ungkapnya.
Melalui pembangunan ruang ini, Yayasan Geutanyoe dan Save the Children Indonesia berharap dapat menghadirkan kembali rasa aman serta menumbuhkan harapan bagi anak-anak terdampak bencana. Lebih dari sekadar bangunan, ruang ini menjadi simbol bahwa di tengah keterbatasan, setiap anak tetap memiliki ruang untuk tumbuh, belajar, dan bermimpi.







