Search

16 Januari 2026

Kunjungi Lapang, Menko Polkam Awali Pembangunan 104 Rumah Huntap Korban Banjir

Redaksi

Kunjungi Lapang, Menko Polkam Awali Pembangunan 104 Rumah Huntap Korban Banjir

NEWSRBACEH I ACEH UTARA — Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago mengunjungi Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara, Rabu (7/1/2026), untuk meninjau sekaligus mengawali pembangunan rumah hunian tetap (Huntap) bagi korban bencana banjir.

Kunjungan tersebut turut didampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, SE, Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Marzuki Alibasyah, MM, Kepala Staf Kodam Iskandar Muda Brigjen TNI Yudha Fitri, pejabat BNPB, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Aceh. Rombongan disambut langsung oleh Bupati Aceh Utara H Ismail A Jalil, SE, MM, bersama Forkopimda Aceh Utara, Komandan Korem 011/Lilawangsa Kolonel Inf Ali Imran, dan tokoh ulama setempat Tgk H Muzakir Abdullah atau Waled Lapang.

Pembangunan Huntap direncanakan berlokasi di Gampong Kuala Cangkoy, Kecamatan Lapang. Di lokasi tersebut akan dibangun sebanyak 104 unit rumah di atas lahan seluas lebih dari 2,2 hektare milik Pemerintah Kabupaten Aceh Utara. Selain rumah tinggal, kawasan tersebut juga akan dilengkapi dengan musala, balai pertemuan, serta area parkir atau pasar kampung.

Dalam paparannya di hadapan Menko Polkam, Bupati Aceh Utara Ismail A Jalil menyampaikan data dampak bencana banjir yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025. Ia menyebutkan korban meninggal dunia sebanyak 230 orang, enam orang dinyatakan hilang, serta 2.127 orang mengalami luka-luka. Selain itu, terdapat 1.433 ibu hamil, 9.525 balita, 6.895 lanjut usia, dan 513 penyandang disabilitas yang terdampak.

“Secara keseluruhan jumlah korban terdampak mencapai 124.549 keluarga atau 433.064 jiwa,” kata Ismail A Jalil. Ia juga menyebutkan sebanyak 74.383 siswa dan 9.071 guru ikut terdampak.

Dari sisi kerusakan, Bupati merinci sebanyak 72.364 unit rumah terendam banjir, 3.506 unit rumah hilang, 6.236 unit rusak berat, 16.325 unit rusak sedang, dan 20.280 unit rusak ringan. Selain itu, banjir juga merendam 14.506 hektare sawah dan 10.674 hektare tambak. Hingga saat ini masih terdapat 210 titik pengungsian.

Ismail A Jalil menambahkan, di Kecamatan Lapang terdapat tiga gampong yang mengalami kerusakan parah, yakni Gampong Kuala Cangkoy, Kuala Keureutoe Timu, dan Matang Baroh. Menurutnya, banjir menyebabkan terbentuknya sekitar 20 muara baru yang memotong kawasan permukiman warga.

“Rumah warga banyak yang roboh dan terbawa arus. Kami mohon pembangunan rumah ini bisa dipercepat, apalagi sudah mendekati bulan suci Ramadhan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Aceh Utara juga menyampaikan permohonan agar Presiden RI Prabowo Subianto dapat berkunjung langsung ke Aceh Utara untuk melihat kondisi masyarakat terdampak banjir. Permohonan itu disampaikan melalui Menko Polkam.

Menanggapi hal tersebut, Menko Polkam Djamari Chaniago menyatakan akan menyampaikan permintaan tersebut kepada Presiden. “Akan saya laporkan kepada Bapak Presiden terkait permohonan kunjungan ini. Kita akan memulai pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, dan mudah-mudahan Bapak Presiden bisa datang ke Aceh Utara,” ujarnya.

Djamari menjelaskan, rumah yang dibangun di Gampong Kuala Cangkoy merupakan hunian tetap pertama yang dibangun pemerintah bagi korban banjir di wilayah tersebut. Pembangunan ditargetkan dapat selesai dan ditempati menjelang bulan Ramadhan.

“Kami berharap rumah ini bisa memberikan kenyamanan bagi masyarakat saat beribadah karena sudah memiliki tempat tinggal yang layak,” kata Djamari.

Ia menambahkan, jumlah rumah yang dibangun disesuaikan dengan hasil pendataan terbaru, yakni sebanyak 104 unit. Setiap rumah akan berdiri di atas lahan berukuran 8 x 15 meter dengan bangunan seluas 6 x 6 meter, serta dilengkapi perabot dasar seperti tempat tidur, kursi tamu, dan meja makan.

Pada kunjungan tersebut, Menko Polkam juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah bagi anak-anak korban banjir serta paket bantuan rumah yang diterima secara simbolis oleh Tgk Muhammad Hasan selaku Panglima Laot setempat.

Sementara itu, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan bencana banjir di Aceh. Ia mengatakan, kerusakan infrastruktur akibat banjir terjadi hampir di seluruh kabupaten/kota di Aceh.

“Kerusakan rumah di Aceh mencapai lebih dari 144 ribu unit. Selain rumah, jalan lintas utama dan jembatan juga membutuhkan penanganan cepat,” ujar Fadhlullah.

Ia juga meminta dukungan pemerintah pusat untuk renovasi masjid-masjid yang rusak akibat banjir, khususnya di Aceh Utara, agar dapat digunakan dengan nyaman menjelang bulan Ramadhan.

“Masjid-masjid ini perlu segera dibersihkan dan direnovasi agar masyarakat dapat beribadah dengan tenang,” pungkasnya.