NEWSRBACEH I LHOKSEUMAWE – Sebanyak 877 mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sultanah Nahrasiyah (SUNA) Lhokseumawe resmi dilepas untuk mengikuti kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) Tahun 2025, Kamis (6/11/2025). Pelepasan tersebut ditandai dengan penyematan atribut KPM oleh Rektor UIN SUNA Lhokseumawe, Prof. Dr. Danial, M.Ag, di halaman upacara Biro Rektorat.
Dalam pelaksanaannya, tahun ini UIN SUNA Lhokseumawe menggelar KPM dalam empat kategori, yakni KPM Reguler, KPM Mandiri, KPM Internasional, dan KPM Rekognisi.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Dr. M. Anggung Manumanoso Prasetyo, M.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan KPM Reguler dan Mandiri berlangsung pada 6 November hingga 9 Desember 2025, sedangkan KPM Internasional dilaksanakan mulai 13 November hingga 3 Desember 2025.
Adapun jumlah peserta terdiri dari 612 mahasiswa KPM Reguler, 219 mahasiswa KPM Mandiri, 22 mahasiswa KPM Internasional, dan 24 mahasiswa KPM Rekognisi.
Untuk pelaksanaan KPM Reguler, para mahasiswa akan diterjunkan ke dua kecamatan di Kabupaten Aceh Utara, yaitu Kuta Makmur (39 desa) dan Simpang Keramat (16 desa). Sementara itu, KPM Mandiri akan tersebar di berbagai wilayah, baik di dalam maupun luar Aceh, seperti Kota Sabang (Pulau Iboh), Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Timur, Aceh Utara, Karo, dan Simalungun.
Khusus KPM Internasional, mahasiswa UIN SUNA Lhokseumawe akan mengabdi di dua lokasi di Malaysia, yakni Pulau Pinang dan Malaka.
Sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian, seluruh peserta telah mengikuti pembekalan selama dua hari (4–5 November 2025) yang menghadirkan narasumber dari Kantor Kementerian Agama Aceh Utara, Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, praktisi jurnalis, serta Humas UIN SUNA Lhokseumawe.
Dalam arahannya, Rektor Prof. Dr. Danial, M.Ag berpesan agar mahasiswa menjadikan kegiatan KPM bukan hanya sebagai bentuk pengabdian, tetapi juga sarana pembelajaran di tengah masyarakat.
“Jadikanlah Kuliah Pengabdian Masyarakat tidak hanya sekadar mengabdi, tetapi juga belajar dalam banyak hal. Belajar tentang kepemimpinan, melihat bagaimana Geuchik membangun keharmonisan di desanya, belajar melayani masyarakat, serta memahami kehidupan bermasyarakat,” pesan Rektor saat melepas keberangkatan mahasiswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah serta berkontribusi nyata bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional.







